AJI Pontianak dan NGO Kalbar Gelar Workshop Open Data Spasial
Ia berharap melalui kegiatan ini para jurnalis dapat menajamkan penggunaan data spasial, meningkatkan peran media dan jurnalis.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak bersama Lembaga Gemawan dan Swandiri Institute menggelar Workshop Jurnalisme Data Terbuka untuk isu lingkungan di Kantor Swandiri Institute Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Gg Silva Jaya, Rabu (11/5/2016).
Kegiatan tersebut mengambil tema Open Data Spasial dan Tata Ruang Desa.
Direktur Lembaga Gemawan, Laily Khainur menuturkan, dalam konteks open data mandatnya ada pada pemerintah. Namun permasalahan di Indonesia adalah validasi data yang belum terselesaikan.
“Di era keterbukaan informasi publik, open data spasial menjadi ‘makanan empuk’ bagi setiap Non Government Organization (NGO) pemerhati lingkungan karena banyak sekali data tumpang tindih lahan,” ucapnya.
Selain itu, katanya, dengan disahkannya Undang –Undang Desa Nomor 06 Tahun 2014, saat ini setiap desa di Indonesia dituntut untuk memiliki tata ruangnya sendiri, untuk dimasukkan ke dalam RPJMD masing –masing Kabupaten.
Untuk itu, perlu kiranya, jurnalis menjadi sinergi dalam hal ini, untuk mengawal informasi tentang penataan ruang desa, dan juga memahami bagaimana bentuk dan cara penataan ruang di desa.
“Guna penajaman pengetahuan yang dibantu dengan teknologi internet dan komputerisasi saat ini, menjadi elok ketika jurnalis di Kalbar bisa memadukan kedua hal itu, data spasial lingkungan serta persoalannya, serta teknik jurnalistik, untuk memberikan informasi sebenarnya, lengkap dan akurat, beserta pemahaman kode etik profesi jurnalistik,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris AJI Pontianak, Jessica Helena Wuysang mengatakan, pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan open data lingkungan dan keanekaragaman hayati yang diikuti 26 jurnalis se-Kalimantan di Pontianak selama dua hari (30/4/2016) hingga (1/5/2016) lalu.
“Akibat sempitnya waktu, sejumlah sasaran dari materi yang diberikan oleh Swandiri Institute ini, belum tercapai maksimal. Padahal, hal ini penting, bagi Jurnalis utamanya di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai bahan ajar, dan pengetahuan tambahan, yang diselaraskan dalam penulisan berita,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini para jurnalis dapat menajamkan penggunaan data spasial, meningkatkan peran media dan jurnalis dalam mendukung terciptanya tata kelola lingkungan yang baik.
Meningkatkan pengetahuan jurnalis mengenai tata ruang desa dan kemampuan jurnalis membedah, menganalisa serta membuat berita yang berimbang, akurat dan lengkap dari data spasial yang diperoleh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/direktur-lembaga-gemawan-laily-khainur_20160511_110851.jpg)