Juri Kontes Burung Terapkan Standarisasi

Juri-juri ini kelak diproyeksikan, akan menjadi penilai dalam tiap kontes burung berkicau yang diselenggarakan BNR.

Tayang:
Penulis: Ishak | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/ISHAK
Pelatih sekaligus Juri JBI BNR Pusat, H Engkus Kosasih, berpose dalam kelas Pelatihan Juri BNR Pontianak, di Hotel Dango Kubu Raya, Sabtu (7/5/2016) siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Standarisasi dalam penilaian, jadi pakem yang mutlak diaplikasikan dalam penilaian satu kontes. Tak terkecuali pada kontes burung berkicau.

Mengacu pada prinsip tersebut, Boy and Rekan (BNR), organisasi masyarakat, yang satu di antara fokus gerakannya pada hobi burung berkicau di Indonesia, menggelar pelatihan bagi Juri.

Juri-juri ini kelak diproyeksikan, akan menjadi penilai dalam tiap kontes burung berkicau yang diselenggarakan BNR.

Satu di antara trainer pada pelatihan ini, H Engkus Kosasih (63), menjelaskan, pelatihan ini dijalankan langsung oleh Juri BNR Indonesia (JBI). JBI sendiri tercatat sebagai lembaga perkumpulan para juri kontes burung berkicau, yang berada langsung di bawah organisasi BNR.

"Sekarang kan benar-benar berkembang JBI ini. BNR cabang-cabangnya banyak tersebar se Indonesia," ujarnya.

Hingga saat ini, setidaknya, terdapat 52 cabang BNR se Indonesia.

"Karena di Pontianak, burung berkicau sedang berkembang juga, sehingga BNR Pontianak butuh tenaga juri. Maka untuk memenuhi kebutuhan akan di Pontianak sendiri, dibuatlah pelatihan untuk juri di wilayah Kalbar ini," ujarnya.

Hal ini dinilainya, akan sangat memberikan efesiensi bagi BNR Pontianak, jika hendak mengadakan even burung berkicau di masa mendatang. Pasalnya, sebelum digelarnya pelatihan ini, jika hendak menggelar even, BNR Pontianak mesti mendangkan juri JBI dari luar.

Upaya itu harus dilakukan, guna memastikan ketersedian juri, pada tiap even yang digelar. Namun, karena rata-rata juri JBI berada di luar Pontianak, sehingga menambah beban biaya even. Situasi ini, bisa diakhiri lewat digelarnya pelatihan JBI di Kalbar ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga materi utama yang diajarkan dalam pelatihan ini.

Ketiga materi tersebut yakni, pemahaman tentang burung yang dilombakan, dan sistem penilaian. Sedangkan muatan materi terakhir, yakni berkutat terkait etika, moralitas dan profesionalisme. Keseluruhan materi ini dibagi dalam beberapa sesi, selama dua hari.

Selain itu, materi juga berkaitan dengan 16 jenis burung yang paling sering diperlombakan. Burung - burung ini diantaranya Murai Batu, Cucak Hijau, Kenari, Lovebird, Cendet. Burung lainnya juga seperti Kapas Tembak, Ciblek, Cucak Jenggot, Cucak Rowo, Anis Merah, Anis Kembang, Branjangan, serta beberapa jenis lainnya.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh dua Juri JBI ternama, yakni, Haji Dodot Kasdarius atau yang akrab di sapa Pak haji Dodot. Sedangkan satu juri lagi, yakni Haji Engkus Kosasih Sendiri. Keduanya Berasal dari JBI BNR pusat.

"Harapan saya sebagai mentor, tentunya di setiap kota, berharap semakin berkembang (kontes burung berkicau)," pungkas Pria kelahiran Tasikmalaya ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved