HMI Kecam Penyataan Pimpinan KPK Soal Menjadi Pejabat Tapi Korup
Jika pun ada alumni kata Zainuddin, yang melakukan hal yang demikian itu pribadinya.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak, menyayangkan dan mengecam pernyataan seorang pimpinan KPK, Saut Situmorang, pada acara talk show “benang merah” di salah satu stasiun televisi swasta.
Seketaris Umum HMI Cabang Pontianak, Zainuddin Kismit menyatakan, informasi yang di terima dari Bakornas Lapmi PB HMI membuat pergolakan pada kader HMI se-Indonesia termasuk HMI cabang Pontianak.
"Pak Saut merupakan Pimpinan KPK berstatement orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK-I, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat," jelasnya.
Menurutnya, Saut telah terjebak pada kesalahan berfikir yang dikenal dengan fallacy of dramatic instance yang memiliki kecenderungan over generalisation yang mengeneralisirkan semua peristiwa melalui satu arah dan pengalaman sendiri.
"Padahal pada hakikatnya tidak semua peristiwa itu memiliki sudut pandang yang sama apa lagi hanya memandang satu arah," ungkap Zainuddin.
Menanggapi statment pimpinan KPK tersebut, Zainuddin menuturkan, HMI cenderung korupsi maka ketika dibalikan untuk memandang pemerintah maka akan menjadi kesimpulan bahwa, semua pejabat pemerintah korupsi.
"Padahal kita ketahui tidak semua pejabat pemerintah korupsi, masih ada pejabat yang kerja untuk rakyat, termasuk KPK apakah bisa kita generalkan pejabat KPK semua juga korupsi karena satu kesatuan dari pemerintahan," ucapnya.
Zainuddin menyatakan, HMI memiliki pedoman perkaderan dan jenjang perkaderan dari basic training (LK I), intermediate training (LK II), advance training (LK III).
"Silahkan di cross cek apakah ada HMI mengajarkan mental korupsi pada kader-kadernya. HMI lahir salah satunya untuk mempertinggi derajat rakyat Indonesia dan mempertahankan NKRI tidak mungkin kader Hmi mau hancurkan ibu pertiwi," tegasnya.
Jika pun ada alumni kata Zainuddin, yang melakukan hal yang demikian itu pribadinya yang melupakan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang pernah didapatkan sewaktu di HMI bukan salah HMI tp salah individu itu.
"Jadi Saut Situmorang tak pantas berbicara demikian, dengan mendeskriditkan suatu organisasi dari pandangan sepihak, semacam ada dendam yang disimpan oleh Saut kepada Hmi. Jika Saut tidak kenal HMI nanti kita persentasikan pola perkaderan HMI kepadanya," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kahmi-dan-hmi_20160415_134928.jpg)