Mayjen TNI Agung Risdhianto Peroleh Gelar Kehormatan dari Kesultanan Sintang
Orang nomor satu di Kodam XII Tanjungpura tersebut dianugerahi gelar kebesaran
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Perjalanan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Agung Risdhianto meninjau Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dan situasi perbatasan RI-Malaysia.
Peninjauan dimulai dari Pos Satgas Pamtas yang ada di wilayah penghujung Kabupaten Sintang yakni Pos satgas Pamtas Nanga Seran.
Sebelumnya, Pangdam dampingi Ketua Persit Kartika Candrakirana Pengda XII Tanjungpura Aniek Agung Risdhianto dan Waas Ops Kodam XII Tpr Letkol inf Denny Fardany mengikuti sejumlah agenda di Sintang pada Kamis (17/3/2016) pagi yang berangkat dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak.
Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah turut serta dalam sejumlah agenda kunjungan kerja mantan Sespri Presiden Susilo Bambang Hudoyono (SBY) ini.
Di Sintang, Pangdam XII Tpr bersama Bupati Sintang dan para Muspida Sintang serta Danrem 121 ABW secara simbolis memusnahkan puluhan unit senjata api rakitan milik masyarakat sipil yang di serahkan secara sukarela kepada prajurit TNI AD.
Saat pemusnahan, Pangdam XII Tpr sempat kaget melihat puluhan senjata api rakitan milik masyarakat. Bahkan ia sempat menuturkan kalau senjata api rakitan sangat kreatif dan inovatif.
Kemudian Pangdam XII Tpr bersama Danrem 121/ABW, Bupati, Ketua DPRD dan Kadis Perhubungan Sintang sempat mengunjungi dan meninjau pembangunan Bandar Udara Sei Tebelian yang rencananya juga akan di bangun Skadron milik TNI AD.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan penamanan pohon lengkeng dan sawo kecik di Makorem 121 ABW dan di Markas Yonif 642 Kapuas serta memberikan arahan kepada jajaran prajurit TNI AD se Garnizun Sintang.
Disela-sela arahan nya kepada Prajurit TNI AD se Garnisun Sintang Di Mako Yonif 642 Kapuas Sintang, Pangdam XII Tpr beserta istri yang juga menyempatkan diri makan siang bersama dengan prajurit, sebelumnya Agung disuguhkan demonstrasi perasaan silat oleh para prajurit Yonif 642 Kapuas.
Dalam arahannya, secara tegas Jenderal TNI AD bintang dua ini meminta agar olahraga bela diri silat yang ada di Yonif 642 untuk di pertahankan dan terus di kembangkan. Beladiri ini bisa menjadi bela diri militer alternatif selain yongmodo dan karate.
"Tak hanya ada di sini, meskipun jarang, saya sangat apresiasi bela diri silat, hal seperti ini juga ada Kopassus, dan silat ini kalau di perhatikan sangat mirip bela diri Yongmodo,"katanya.
Dia mengatakan, perlu dilibatkan penggunaan toya dalam olahraga beladiri ini.
Mantan Danpusterad ini menjelaskan penggunaan toya bisa meminimalisir timbulnya korban jiwa saat pengamanan konflik.
“Jadi anggota turun pengamanan jika di anggap tak perlu bawa senjata cukup pakai toya, karena kalau pakai toya paling korbannya hanya sakit benjol atau memar," kata Agung.
Dihadapan ibu-ibu anggota Persit dan ratusan prajurit TNI AD di Sintang, Agung menuturkan kalau dirinya telah lama ingin berkunjung ke satuan bawah yang berada jajaran kodam XII Tpr seperti di Sintang ini.
Namun pada kesempatan yang sama, dalam arahannya, Pangdam XII Tpr menyampaikan penekanan pertama darinya selaku orang nomor satu TNI AD di Kodam XII Tpr , kalau saat ini Indonesia sedang darurat narkoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pangdam-gelar_20160321_091417.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/senpi-rakitan-pangdam_20160321_091442.jpg)