Cap Go Meh 2016
Inilah Kisah Pengalaman Dua Tatung Singkawang
Pertama kali tidak terlalu takut juga, tapi kalau harus memilih saya lebih baik menjadi orang biasa saja.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINGKAWANG - Pada festival Cap Go Meh banyak para tatung yang ikut meramaikan dari yang baru hingga yang sudah puluhan tahun. Satu di antaranya Bhong Ci Thung yang telah 10 tahun menjadi tatung dari vihara Thian Si Fab Than.
"Sejak usia 20-an saya sudah menjadi tatung, dan ini memang turun temurun. Termasuk paman yang cukup dikenal di Kota Singkawang ini," ujar Bhong.
Menurutnya banyak pengalaman suka dan duka yang dialaminya menjadi tatung. Ia mengaku sejak pertama kali kerasukan mengaku tidak terlalu takut.
"Pertama kali tidak terlalu takut juga, tapi kalau harus memilih saya lebih baik menjadi orang biasa saja," katanya.
Menurutnya menjadi tatung menjadikan dirinya memiliki kewajiban lebih pada masyarakat. Tentunya ini tidak bisa di tolak karena sudah kewajibannya membantu masyarakat.
"Kalau orang datang minta tolong tidak bisa menolak karena sudah keharusan menolong mereka. Tapi kadang sedihnya sudah kita tolong dia lupa, kalau penyakitnya kambuh baru dia balik lagi," ujarnya.
Namun ia mengaku ketika membantu masyarakat ia tidak mematok harga. Apalagi sampai minta imbalan dari masyarakat yang berobat tersebut.
"Kalau disini kami tidak boleh minta angpao atas apa yang telah kami lakukan. Itu sudah menjadi tradisi dan kami jaga terus karena kami tujuannya memang untuk membantu," ujarnya.
Senada dengan Bhong, tatung wanita Chie Lie Na juga memilih untuk jadi orang biasa. Ia sendiri sudah 20 kali lebih menjadi tatung.
"Kalau sudah jadi tatung yaa seperti itu, orang datang minta bantu, kita harus bantu. Saya juga pulang ke Singkawang dari Jakarta tiap Cap Go Meh lebih pada menjaga tradisi yang tidak boleh terputus," tuturnya.
Pertama kali menjadi tatung ia mengaku tentu terjadi perubahan yang ia rasakan. Namun setelah berkali-kali ia semakin terbiasa.
"Pertama kerasukan badan terasa berat, tapi setelahnya sudah terbiasa juga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/parede-tatung-dalam-perayaaan_20160222_205024.jpg)