Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film "Home"

Film ini merupakan film pendek international perdana produksi Marcos Tjung yang menceritakan tentang rumah sebagai suatu simbol sebuah keluarga

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Arief
Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Pemain berserta kru film Home saat melakukan syuting, beberapa waktu lalu. Di antara pemerannya adalah mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman (dua kanan).
Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Pemain berserta kru film Home saat melakukan syuting, beberapa waktu lalu. Di antara pemerannya adalah mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman (kaus putih).
Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman menjadi sati di antara pemeran film Home.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebuah film pendek berjudul "Home" yang berlatarkan keluarga berskala internasional lahir di tangan seorang sutradara asal Pemangkat, Sambas, Kalimantan Barat, Marcos Tjung bersama rekannya produser Andy Setiawan.

Dalam film yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini menghadirkan nama-nama besar seperti artis Andi Soraya, Freddy Su, sang sutradara Marcos Tjung hingga mantan Walikota Singkawang, Hasan Karman.

Film ini merupakan film pendek international perdana produksi Marcos Tjung yang menceritakan tentang rumah sebagai suatu simbol sebuah keluarga.

Kisah haru yang hangat ini ditulis oleh Marsmello yang kemudian digarap oleh produser dan sutradara Marcos Tjung bersama-sama dengan Andy setiawan dalam MTjung Production.

Produser film Home, Andy Setiawan mengatakan film ini bercerita tentang Bambang, seorang ayah yang selalu menatap bangku kosong yang ada di meja makan dalam setiap acara makan keluarga.

Bangku itu mengingatkannya akan putrinya yang lari dari rumah 12 tahun lalu. Setiap Bambang mengungkit putrinya, pertengkaran selalu pecah diantara dia dan anak pertamanya Richard, hingga akhirnya Bambang drop akibat amarah dan stres.

"Kondisi Bambang memburuk hingga terdiagnosa mengalami tahap awal Alzheimer atau penyakit pikun. Pada malam Imlek, Bambang yang yakin putrinya akan pulang, kembali drop setelah mengetahui bahwa William lah yang menulis surat palsu yang menjelaskan bahwa putrinya akan pulang," jelasnya, Rabu (27/1/2016).

Film ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan Inggris, dan rencana akan di-blast di media sosial secara worldwide pada Februari 2016, sehingga dapat dikatakan film ini akan menjadi "International".

Didukung dengan scoring oleh musisi internasional Keith Martin, film ini akan menggugah hati setiap penonton untuk memaafkan, melupakan masa lalu mereka yang mungkin pahit, dan pulang kepada orangtuanya.

Satu diantara pemain film Home, Hasan Karman menuturkan film ini merupakan film yang diproduksi untuk menyambut tahun baru Imlek 2567 yang akan jatuh pada tanggal 8 Februari mendatang.

Kemungkinan film ini akan tayang seminggu atau dua minggu dari sekarang. Ia sendiri berperan sebagai Bambang yang didiagnosa Alzeimer.

"Marcos Tjung ini menantang saya untuk tampil di film ini dan jadi pemeran utama. Saya bilang siapa takut dan akhirnya jadilah saya ikut film ini. Ceritanya tentang seorang ayah yang sakit pikun atau alzeimer, dan dia stres karena anak perempuan yang ia sayangi kabur dari rumah selama 15 tahun. Setiap dia lihat cucu perempuannya dia selalu menyangka itu anak perempuannya, akhirnya anaknya yang lain bikin surat palsu yang mengatasnamakan anak perempuannya yang akan pulang di malam imlek," ceritanya.

Bambang pun percaya bahwa putrinya akan pulang, tetapi iapun menelan pil pahit karena sang anak laki-laki akhirnya mengaku bahwa ialah yang menulis surat tersebut. Tetapi, ternyata Tuhan berkehendak mengantarkan sang putri untuk pulang dan akhirnya iapun pulang ke rumah di malam Imlek.

"Banyak pesan moral yang bisa diangkat dari film pendek tersebut. Apalagi ini untuk menyambut imlek tak disangka-sangka putrinya pulang dan mereka pun makan malam bersama," ujarnya.

Hasan Karman bukanlah nama baru di industri perfilman. Sebelumnya ia pernah berperan dalam film Silent Hero (es) yang mengangkat kearifan lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved