Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film "Home"

Film ini merupakan film pendek international perdana produksi Marcos Tjung yang menceritakan tentang rumah sebagai suatu simbol sebuah keluarga

Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Pemain berserta kru film Home saat melakukan syuting, beberapa waktu lalu. Di antara pemerannya adalah mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman (dua kanan).
Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Pemain berserta kru film Home saat melakukan syuting, beberapa waktu lalu. Di antara pemerannya adalah mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman (kaus putih).
Mantan Wali Kota Singkawang Aktor Utama Film
IST
Mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman menjadi sati di antara pemeran film Home.

Kemungkinan film ini akan tayang seminggu atau dua minggu dari sekarang. Ia sendiri berperan sebagai Bambang yang didiagnosa Alzeimer.

"Marcos Tjung ini menantang saya untuk tampil di film ini dan jadi pemeran utama. Saya bilang siapa takut dan akhirnya jadilah saya ikut film ini. Ceritanya tentang seorang ayah yang sakit pikun atau alzeimer, dan dia stres karena anak perempuan yang ia sayangi kabur dari rumah selama 15 tahun. Setiap dia lihat cucu perempuannya dia selalu menyangka itu anak perempuannya, akhirnya anaknya yang lain bikin surat palsu yang mengatasnamakan anak perempuannya yang akan pulang di malam imlek," ceritanya.

Bambang pun percaya bahwa putrinya akan pulang, tetapi iapun menelan pil pahit karena sang anak laki-laki akhirnya mengaku bahwa ialah yang menulis surat tersebut. Tetapi, ternyata Tuhan berkehendak mengantarkan sang putri untuk pulang dan akhirnya iapun pulang ke rumah di malam Imlek.

"Banyak pesan moral yang bisa diangkat dari film pendek tersebut. Apalagi ini untuk menyambut imlek tak disangka-sangka putrinya pulang dan mereka pun makan malam bersama," ujarnya.

Hasan Karman bukanlah nama baru di industri perfilman. Sebelumnya ia pernah berperan dalam film Silent Hero (es) yang mengangkat kearifan lokal.

Film ini berceritakan tentang seorang anak perempuan yang terkesan tomboy dan gemar melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh anak laki-laki seperti mengikuti sanggar barongsai. Sang ayah tentu menentang hal tersebut hingga ia akhirnya mengirim sang anak untuk kuliah di ibukota.

Tak disangka, di Jakarta sang putri malah semakin melebarkan sayapnya dan bergabung dengan sanggar yang lebih besar.

Mengetahui hal tersebut, sang ayah kemudian menyusulnya ke Jakarta dan melarangnya mentah-mentah untuk ikut dalam kompetisi yang akan digelar. Diakhir cerita, ia justru luluh dan mengizinkan anaknya untuk ikut. Di film tersebut, ia beradu akting dengan Nirina Zubir.

Hasan Karman menuturkan dalam waktu dekat akan ada film lain yang mengangkat nama Singkawang ke layar lebar. Semenjak Laskar Pelangi booming di tanah air, pelaku seni perfilman seakan berlomba menampilkan pesona kota-kota yang ada di Indoensia.

"Kalau ada yang mau angkat Singkawang ya luar biasa, waktu saya menjabat (Wali Kota-red) sampai sekarangpun film indie dari Singkawang itu banyak sekali meski tidak diangkat secara nasional tetapi peminatnya cukup banyak di kota asalnya. Kita masih butuh produser dan pelaku ekonomi kreatif seperti ini juga untuk menunjukkan bahwa kita juga punya industri film yang layak," katanya.

Halaman
123
Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved