Ada Oknum yang Jual Lahan dengan Mencatut Nama Gubernur Kalbar, 600 Orang Diduga Tertipu
Penjualan lahan atas nama petinggi Kalbar, yakni bapak gubernur, sampai sekitar 600 pembeli.
Penulis: Rika Purnamasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar menyikapi maraknya konflik lahan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Kalbar, khususnya di Pontianak dan daerah sekitarnya. Hal ini terkuak berdasarkan laporan dari berbagai kalangan masyarakat.
“Kami ingin menyikapi berbagai persoalan mengenai sangketa lahan, serta konflik yang berkaitan dengan hal tersebut di Pontianak, maupun yang saat ini terjadi di Kubu Raya. Penjualan lahan atas nama petinggi Kalbar, yakni bapak gubernur, sampai sekitar 600 pembeli. Padahal lahan tersebut tidak jelas keberadaannya,” Ucap Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Yakobus Kumis.
Dewan Adat Dayak ingin menyampaikan himbauan kepada masyarakat luas berdasarkan, surat edaran Nomor 126 Tahun 2016 yang telah disetujui langsung oleh Ketua DAD tersebut, agar masyarakat tidak percaya jika ada oknum atau sekelompok oknum yang mengkapling-kaplingkan tanah dan menjual tanah dengan mengatasnamakan Gubernur Kalbar, Cornelis, maupun mengatasnamakan DAD Kalbar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/plang-sengketa-lahan_20151014_200901.jpg)