Gerakan Fajar Nusantara
Mengaku Stres, Warga Eks Gafatar Bersedia Direlokasi ke Hutan
Pertanian sawah kami sudah mau panen, kalau ada masyarakat tidak menyenangi keberadaan kami di sana, saya tidak tahu masyarakat mana
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Satu diantara warga eks Gafatar di Kayong Utara, Husaini, mengaku bingung harus berbuat apa setelah kelompok mereka di Desa Sedahan Jaya diusir oleh masyarakat.
Sampai saat ini dirinya tidak mengetahui apa kesalahan yang dilakukan oleh warga eks Gafatar. Dia menduga desakan itu muncul dari warga di luar permukiman mereka. Sebab hubungan dengan warga setempat, menurut Husaini baik-baik saja.
"Pertanian sawah kami sudah mau panen, kalau ada masyarakat tidak menyenangi keberadaan kami di sana, saya tidak tahu masyarakat mana," kata Husaini, Rabu (21/1/2016).
Husaini mengaku kebijakan pemerintah melarang mereka menetap di Kayong Utara merupakan keputusan yang sangat sulit mereka terima. Pasalnya, uang mereka sudah mereka pergunakan untuk membuka lahan pertanian dan kamp di Desa Sedahan Jaya.
"Kebijakan Bupati untuk menyuruh kami pergi (meninggalkan Kayong Utara) merupakan kebijakan yang sangat pelik bagi kami. Kami berpikir, bagaimana aset kami, memang sampai hari ini saya stres, karena yang bertanggungjawab di sini saya," ujarnya.
Husaini mengaku keberatan kembali ke daerah asal, karena di sana mereka juga mendapatkan penolakan dari masyarakat. Di lain pihak, tabungan yang dimiliki sudah dipergunakan untuk membuka lahan pertanian, dengan harapan dapat memulai kehidupan baru di Kayong Utara.
Oleh karena itu, Husaini berharap Bupati Kayong Utara dapat memberikan tempat baru. Walaupun ditempatkan di daerah hutan, dirinya mengaku tidak keberatan.
"Kami di kampung halaman sudah jual aset dan ditolak, jadi kami tahu mau ke man. Kami semua 56 orang ini harus pulang ke mana," katanya.
"Jadi harapan kami kepada pemerintah daerah, berikanlah kami kebijakan, apakah (tinggal) di hutan yang jauh dari orang, terserah, atau di labupaten lain yang sifat kemanusiannya masih ada. Kami juga warga negara yang perlu perlindungan, ada orang yang mau memikirkan kami dan anak-anak kami," keluh Husaini.
Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, mengatakan, warga eks Gafatar sementara ini diungsikan ke barak Polsek Sukadana, guna menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bahkan pemerintah sudah mendata tempat asal warga eks Gafatar, yang nantinya akan dikembalikan ke daerah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hildi-hamid-dan-eks-gafatar_20160120_200624.jpg)