70 Warga Kalbar Diduga Pergi Ke Irak dan Suriah
Hasil data yang diterima dari BNPT ke FKPT Kalbar ada sekitar 300 alumnus Irak dan Suriah asal warga Indonesia sudah pulang ke Indonesia.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie menyatakan ada dugaan sekitar 60 sampai 70 warga asal Kalbar sudah menuju ke negara Irak dan Suriah. Namun belum diketahui apa perbuat ke negara tersebut.
"Jadi ini bagaimana sistem databasenya. Kita minta kepada Panglima TNI, saat rapat bersama waktu kemarin. Imigrasi tolong berikan data ke kita," ujar Sekda Provinsi Kalbar kepada wartawan usai melakukan Coffee Morning di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (18/1/2016).
M Zeet menuturkan kalau memang imigrasi tidak tahu kepergian warganya ke luar negeri. Tetapi waktu orang yang bersangkutan balik ke Kalbar, mustinya di paspor itu ada cap kalau sudah mengijak negara Suriah dan Irak.
"Jadi kalau memang orang Kalbar, pasti akan balik ke tanah airnya. Pertanyaan kita sekarang yaitu data itu dimana. FKPI tidak mungkin, bisa menindaklanjuti kalau kita tidak didukung oleh tatanegara," ucapnya.
Namun Sekda menduga, 60 sampai 70 orang warga Kalbar katanya pergi ke Suriah dan Irak, pasti ada sesuatu. Karena Irak dan Suriah, berdiri tegak atau kacau balau. Sudah jelas disana merupakan daerah perang atau konflik.
"Jadi mengapaian mereka kesana. Emangnya mau jualan kambing, maka tidak masuk akal bagi saya. Oleh karena itu pasti ada sesuatu. Maka perlu pertanyakan mereka itu," tegasnya.
Sementara itu kata M Zeet, hasil data yang diterima dari BNPT ke FKPT Kalbar ada sekitar 300 alumnus Irak dan Suriah asal warga Indonesia sudah pulang ke Indonesia.
"Tetapi yang baru ketangkap itu baru belasan orang. Jadi pertanyaan adalah, yang sisanya kemana. Apakah negara kita sudah mempunyai database. Dimana alamat mereka-mereka itu, apa kegiatan mereka, dan apakah sudah ada jaminan kalau mereka itu aman," ujarnya.