Band Pontianak Masuk 20 Besar Event Meet the Label 2015

Lalu iseng-iseng masukan ke wesite mereka dan ternyara berbuah manis. Kami ditelepon oleh pihak sana dan lolos untuk ke Semarang 10-13 Desember ini.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LISTYA SEKAR SIWI
Band asal Pontianak yang terbentuk di Malang, Wai Rejected masuk sebagai 20 besar event Meet the Label 2015. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Band asal Pontianak yang terbentuk di Malang, Wai Rejected masuk sebagai 20 besar event Meet the Label 2015. Band ini beranggotakan Galih Wahyudi pada vokal, Dhika Rachman pada drum, Edho Sasnatra di bass, Gilang Gautama dan John Fisher di gitar, serta Theo Utomo di Synthesizer.

Pemain drum Wai Rejected, Dhika Rachman menuturkan pihaknya meminta dukungan dari masyarakat Pontianak maupun Kalbar agar dapat lolos dipilih oleh 8 label difinal kelak.

"Jadi ada sekitar 3000-an yang mendaftar secara online dipilih 250, kemudian menjadi 50 dipilih melalui voting di website meet the label. Selanjutnya dari 50 dipilih 20 oleh pihak label. Beruntung kami masuk kedalam 20 itu," tuturnya, Sabtu (5/12/2015).

Pontianak menjadi kota yang tidak disinggahi oleh Both meet the label, maka dari itu Wai Rejected mengirim video klip single mereka yang berjudul Take Me Now yang diposting ke website Meet the label.

"Ceritanya kami sudah ada video klip. Lalu iseng-iseng masukan ke wesite mereka dan ternyara berbuah manis. Kami ditelepon oleh pihak sana dan lolos untuk ke Semarang 10-13 Desember ini," ceritanya.

Final meet the label selalu digelar di kota dan konsep yang berbeda. Nanti ke 20 finalis akan manggung terakhir dan dipilih 8 oleh 8 label yang hadir. Yang menang adalah mereka yang terpilih.

"Persiapan yang dilakukantidak terlalu ribet paling mematangkan materi yang ada, dikasi lagu challenge untuk diarasement ulang yaitu lagunya two door cinema club yang berjudul what you know," katanya.

Wai Rejected sebenarnya adalah band yang berasal Pontianak tetapi terbentuk di Malang. Sebelumnya pernah masuk di kompilasi La Light Indiefest 3. Kini setelah kembali ke Pontianak, Wai Rejected kembali ingin mengeluarkan taringnya diblantika musik tanah air.

"Kami ingin memberi tahu orang se-nasional bahwa kami berasal dari Pontianak. Selama 7 tahun vakum dari industri musik nasional harapannya pandangan orang ke Pontianak semakin baik tak hanya sebelah mata," katanya.

Harapan demi harapan pun terucap, ia bersama teman-temannya berharap dapat dipilih oleh label yang pas dan Wai Rejected pun semakin solid. Bukan hanya sekadar dapat label tetapi juga ikut meramaikan blantika musik tanah air serta dapat diperhitungkan.

"Minta support doa oleh seluruh masyarakat Kalbar kalau band ini keterima label bisa membanggakan dan membuka pintu untuk band-band yang ada di Kalbar ini untuk maju bersama," tukas gitaris Wai Rejected, John Fisher.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved