Jelang Kematian, Gajah 88 Tahun Makan dengan Lahap

UPTD Dinas Pariwisata Curug Sewu Prayogo mengatakan, Ludo mati‎ setelah diberi makan oleh sang pawang, Sisworo.

Jelang Kematian, Gajah 88 Tahun Makan dengan Lahap
TRIBUNNEWS.COM
Taman wisata Curug Sewu, Kendal, Jawa Tengah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KENDAL - Ludo, seekor gajah jantan yang sudah 10 tahun meramaikan wahana tamasya air terjun Curug Sewu di Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah mati dalam usia 88 tahun.

Ludo mati pada Senin (23/11/2015) pukul 09.45 wib, dan dikuburkan pada Selasa (24/11/2015) dini hari, setelah sempat diperiksa oleh dokter dari Dinas Peternakan Kendal.

UPTD Dinas Pariwisata Curug Sewu Prayogo mengatakan, Ludo mati‎ setelah diberi makan oleh sang pawang, Sisworo.

Jelang kematiannya, Ludo yang sebelumnya menghuni kebun binatang Gembiraloka Yogyakarta disebut Prayogo makan dengan lahap.

"Menu yang ia makan seperti biasa, rumput gajah, pisang, dan gula aren. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda apa pun, Ludo masih bercanda dengan pawangnya," beber Prayogo.

Dalam penguburan Ludo pada Selasa pagi, petugas harus mengerahkan 22 orang ditambah kendaraan roda empat untuk menarik jasad Ludo.

Ludo dikubur dalam tanah yang digali sedalam tiga meter. Makam Ludo terletak tepat di samping kandangnya.

"Sedihnya tidak terkira, saya terbiasa bercanda dengan Ludo. Dia melempar saya pun sudah bukan hal baru, tapi kepergian dia membuat saya kesepian," kata Sisworo berkaca-kaca.

Editor: Arief
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved