Humas Bukan Corong Informasi
Peran seorang humas bukan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pencitraan, namun lebih pada hasil karya lembaga tersebut.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Mirna Tribun
Citizen Reporter
Basani Situmeang, Staf Humas Pemkab Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Humas Pemkab Kubu Raya kirim tiga perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Bakohumas dan Komunitas Tingkat Nasional di Surabaya. Bakohumas merupakan forum kooordinasi dan kerjasama antar humas pemerintah dari lembaga pemerintah, lembaga Negara dan BUMN. Pertemuan tersebut berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya pada 17 November hingga 19 November.
Menpan RB Yudi Crisnandi memandang pertemuan ini sebagai momen pertemuan yang strategis, mengingat Humas adalah organ inti organisasi yang memiliki peran vital dan strategis bagi kemajuan suatu pemerintahan dan lembaga pemerintah.
Menurutnya kehumasan di pemerintahan merupakan corong informasi. Humas bukanlah media pencitraan seorang humas dituntut untuk dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat, tidak terkecuali bagi humas atau yang bertugas dibidang penyebaran informasi disuatu lembaga pemerintahan.
"Peran seorang humas bukan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pencitraan, namun lebih pada hasil karya lembaga tersebut. Saat ini sudah tidak zaman jika seorang yang bertugas sebagai humas hanya menyampaikan pencitraan atasannya. Tapi seorang humas harus dapat menyampaikan produk hasil atau prestasi dari lembaga tersebut," ujarnya, Rabu (18/11/2015).
Yudi menambahkan, pejabat humas mempunyai peran penting sebagai corong informasi lembaga pemerintahaan. Pejabat humas nantinya harus mampu mengambil dan menuliskan informasi terkini di daerah masing-masing, sehingga apapun informasi daerah terkini yang keluar dari pejabat Humas sangat ditunggu oleh masyarakat.
"Sudah tidak musim untuk membuat rilis atau advertorial pemerintahan dengan hanya membuat pencitraan semata, keterangan resmi pemerintah dari humas adalah untuk mempublikasikan apa yang menjadi program yang terlaksana bahkan sukses dilakukan suatu intansi pemerintahan," tegasnya.
Ditengah era keterbukaan informasi saat ini, menurut Yudi menuntut humas pemerintah untuk mampu melayani, mengelola dan mempermudah akses informasi publik. Dalam perspektif membangun gerakan revolusi mental secara global di Indonesia.
Dirinya menambahkan kehumasan pemerintah perlu mengembangkan pola fikir, pola sikap dan pola tindak Pemerintah, serta memahami pentingnya penguatan wawasan kebangsaan masyarakat luas melalui perubahan paradigma dan mindset sinergis, adaptif dan professional.
"Kehumasan pemerintah harus mampu mengkomunikasikan dan menjembatani kebijakan pemerintah guna mewujudkan Revolusi mental sebagaimana cita-cita Pemerintah yang tertuang dalam nawacita," pungkasnya.