JIka Hujan, Warga Harus Berkubang dengan Jalan yang Becek
Meski sejak tahun 2014 jalan tersebut sudah dilakukan penggusuran oleh dinas PU Landak, namun sebagian masih jalan tanah kuning.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,LANDAK - Warga di Beberapa Desa di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak seperti Desa Parek, Desa Bentiang, Desa Tengon serta Desa Kuningan yang merupakan jalan lingkar mengharapkan jalan di daerah mereka mendapat perhatian serius dari Pemerintah baik itu Kabupaten dan Provinsi untuk segera diselesaikan
Sebab, kondisi akses jalan yang digunakan untuk menghubungkan ke daerah-daerah lain maupun Ngabang yang juga merupakan ibu Kota Kabupaten kondisinya rusak parah.
Meski sejak tahun 2014 jalan tersebut sudah dilakukan penggusuran oleh dinas PU Landak, namun sebagian masih jalan tanah kuning
Akibatnya, tidak sedikit warga masyarakat yang tinggal di daerah tersebut lebih memilih Kabupaten Bengkayang sebagai tempat berbelanja serta menjual hasil buminya ke sana seperti sahang. Terlebih apabila terjadi hujan, jalan becek dan berkubang selalu saja menghantui mereka karena sebagian masih berbukit terjal.
"Kalau listrik sudah masuk ke tempat kami, yaitu menggunakan PLTA. Hanya disini yang menjadi masalah besar adalah kondisi jalan yang rusak parah, kami mau pergi ke Ngabang saja susah," ujar Maranatha satu di antara warga Parek kepada Tribun pada Sabtu (28/3/2015).
Maranatha yang juga merupakan seorang perawat dari Yayasan Bethesda Serukam dari Program Balai Kesehatan Masyarakat (BKM) ini menjelaskan. Akibat akses jalan yang rusak tersebut membuatnya sulit apabila ada pasien yang harus mendapat pertolongan emergenci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-jalan-tanah-kuning.jpg)