PNS Pengadilan Dibunuh
Ini Cerita Sebenarnya Dari Tersangka Saat Membunuh Tari
Alasan emosi, Rudi melakukan penganiayaan terhadap Tari,Senin (23/3/2015) sekitar pukul 16.30 WIB di Mapolresta Pontianak.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Alasan emosi, Rudi melakukan penganiayaan terhadap Tari,Senin (23/3/2015) sekitar pukul 16.30 WIB di Mapolresta Pontianak.
Di sela-sela saat baru tiba di Mapolresta Pontianak, Rudi menuturkan saat itu dirinya di tugaskan mengantarkan sepeda motor milik Tari yang baru selesai di cuci.
"Sebelumnya saya nunggu lama dan saya itu sempat gedor-gedor pintu rumah, tapi tak ada jawaban" ujar Rudi saat berada di ruang Satreskrim Polresta Pontianak.
Kemudian, karena tak ada jawaban, ia pun masuk ke dalam rumah lewat pintu depan dan kebetulan pintu tersebut tidak di kunci.
Ia pun menyelonong terus masuk ke dalam rumah untuk mencari si Pemilik rumah dan akhirnya dia langsung menuju ke kamar, dia kaget karena ketemu korban yang sedang mengenakan kain.
"Saat saya di depan kamar ketemu dia, terus dia bilang saya kurang ajar dan menampar, kemudian saya pun balas tampar satu kali, langsung saya pukul pakai kayu, pas liat ada kayu dekat tangga," ujarnya.
Ia juga mengakui kalau dirinya sempat berkelahi ke dalam kamar, setelah ia pukul korban lalu ia seret korban ke ruang tamu dan mengikat kedua tangan dan kaki,
"Saya tinggalkan dia dalam keadaan terikat di ruang tamu, sekitar jam tiga lah, saat itu hujan," katanya.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan untuk sementara pihaknya akan menjerat pelaku Pasal 372 untuk kasus pengelapan dan Pasal 365 KUHP untuk penganiayannya , tapi pihaknya akan terus melakukan pendalaman dan pengembangan.
Ingin tahu berita sebelumnya dan perkembangan beritanya buka di topik: PNS Pengadilan Dibunuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bersama-kasubag-humas-polda-kalbar.jpg)