KPK Vs Polri

Unjuk Rasa Depan Gedung KPK Diwarnai Kericuhan

Personel Brimob kemudian turun berada di tengah-tengah kedua kelompok sambil membawa tameng.

Editor: Steven Greatness

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan gedung KPK Jakarta sempat diwarnai kericuhan, Jumat (6/2/2015).

Kedua kelompok massa tersebut berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Aliansi Save Indonesia (ASI) yang dimotori mahasiswa.

Saat itu sebagian massa dari ASI tiba-tiba berlarian disusul dengan adanya teriakan dari FSPMI. Terdengar orator untuk terus berusaha menenangkan kelompok tersebut.

Orator FSPMI berujar "Kami buruh selalu aksi damai. Kami buruh cerdas. Jangan diprovokasi," teriak orator tersebut.

Orator tersebut kemudian mengingatkan agar tidak ada aksi membakar gambar di depan Gedung KPK. FSPMI kemudian kembali mengingatkan sebagai aktor intelektual mahasiswa tidak boleh membawa bensin.

Menjawab pertanyaan tersebut, orator dari mahasiswa melalui pengeras suara kemudian bertanya apakah ada peserta aksi yang membawa bensin. Pertanyaan tersebut dijawab tidak ada.

Polisi kemudian tampak berusaha menenangkan kedua massa tersebut. Personel Brimob kemudian turun berada di tengah-tengah kedua kelompok sambil membawa tameng. Pasukan tersebut untuk memisahkan kedua kelompok agar tidak saling bergesekan.

Massa FSPMI memang terlihat lebih banyak. Di samping itu, mereka memiliki personel 'garda metal' yang berada di garis depan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved