Profil

Polwan Cantik Ini Piawai Latih Anjing

"Saya Polwan, dan anjing yang saya hadapi tidak seperti anjing rumahan. Anjing dengan fisik lebih kuat, powernya juga lebih kuat dibanding kita."

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Stefanus Akim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Muda, cantik, dan berani adalah kesan yang terlihat pada sosok gadis satu ini. Siapa sangka Bripda Esa Agatha adalah satu-satunya perempuan yang ada di unit satwa di tingkat Mapolda, dari seluruh Indonesia. Dengan lincah ia melatih anjing-anjing yang ada di Unit Satwa Detasemen K-9 Polda Kalbar.

Esa, begitu ia biasa disapa, telah hobi memelihara anjing sejak SMP. Tetapi saat itu ia hanya sekedar suka, belum mengerti tentang jenis, maupun hal lainnya. Barulah ketika SMA ia mulai mencari-cari pengetahuan tentang anjing.

"Waktu masuk Polwan, saya tidak tahu ada unit satwa. Saya tahunya ada anjing pelacak, tapi saya tidak tahu persis itu benar-benar ada, dan belum ada pikiran masuk polisi satwa," kata anggota Unit Satwa Detasemen K-9 Polda Kalbar. (BACA JUGA: Polwan Cantik Ini Jadikan Satwa Anjing Teman Bekerja)

Cerita awal ia tertarik dengan unit satwa saat jogging ke GOR Pangsuma dan membawa anjingnya. Saat itu ia bertemu dengan anggota unit satwa yang sedang membawa anjing. Iapun banyak menanyakan kepada anggota tersebut, padahal saat itu ia bahkan telah bergabung di kepolisian.

Ia yang awalnya bekerja di SDM Polda Kalbar, hingga akhirnya jadi sering berkumpul dengan anggota polisi satwa yang lain. Setiap minggu ia membawa anjingnya untuk ikut juga dilatih.

"Mungkin dari situ pejabat Sabhara tahu dan saya dimutasikan. Pawang dari Polwan kan jarang. Kalau adapun di Mabes Polri, tetapi kalau di tingkat Mapolda baru saya satu-satunya, se- Indonesia. Itulah yang menjadi kebanggan bagi diri saya sendiri," ujarnya.

Satwa sendiri, kata Esa, harus dirangkul. Karena tak setiap saat mereka berada di mood yang bagus. Harus dilakukan latihan berulang-ulang agar dapat paham dan mengerti apa yang diperintahkan padanya.

Anjing sendiri kadang tidak dapat diprediksi isi hatinya. Kadang galau. Kalau badmood, bisa seperti Esa, yang tiga minggu lalu digigit oleh satu di antara anjing yang ia latih. Tapi ini dianggapnya sebagai resiko pekerjaan. Setiap pekerjaankan tidak mulus

"Saya Polwan, dan anjing yang saya hadapi tidak seperti anjing rumahan. Anjing dengan fisik lebih kuat, powernya juga lebih kuat dibanding kita. Waktu saya Dikjur, kata instruktur Mabes Polri, baru ini ada polwan dari 30 siswa Dikjur," kenangnya.

Vaksin Rabies
Saat ini beredar virus rabies di Ketapang dan Melawi. Ia mengatakan tak ada perasaan was-was karena anjing-anjing di unit satwa divaksin rutin setiap tahunnya. Pawangnya juga divaksin untuk protect diri sendiri.

Ada 12 anjing yang dimiliki oleh Polda Kalbar tetapi tidak semuanya berada di Polda. Secara bergantian, anjing-anjing ini akan dilatih setiap minggunya. Latihan sendiri dilakukan tiga kali seminggu.

"Sehari-hari kami operasional. Kalau tidak ada operasional, ya kami latihan. Karena kandang tidak di Polda dan berada jauh. Terus kerjanya kalau ada sterilisasi gedung hotel kemudian kalau ada kejadian, kayak pencurian dan pembunuhan. Sterilisasi gedung mungkin kita gunakan kemampuan Handak (bahan peledak) seperti bom dan senjata api," katanya.

Selain anjing Handak, ada juga anjing narkotik, anjing Dalmas (pengendalian massa), anjing SAR, dan cakum (pelacakan umum atau kriminal umum). Seperti pelacakan pembunuhan di sebuah perumahan beberapa waktu lalu, ia mengaku ikut turun.

Ia ingin membuktikan bahwa pekerjaan untuk laki-laki bisa digeluti olehnya, meski tidak mudah dan proses yang panjang membuatnya sulit dilakukan. Ia menambahkan, kebanyakan orang melihat ia bersama anjing akan tampak keren pasti ada keinginannya timbul, tetapi jika dijalani akan terasa sulitnya.

"Sulitnya ini, contohnya dalam porsi latihan, yang keras dan capek. Dari segi mental, ini sudah menjadi nilai plus. Mental yang harus digenjot. Harus lebih kuat dari anjingnya. Prinsipnya, anjing harus lebih nurut dengan pawangnya. Kalau kita kasihan, akan ada kesan manja di anjingnya. Kalau anjing rumahan tidak apa-apa. Setelah bekerja, anjing-anjing ini diberi reward, seperti makanan dan mainan" ujarnya.

Biofile
* Nama Lengkap: Enisepa Agatha
* Panggilan: Esa
* Tanggal lahir: 6 Juni 1994
* Hobi: Memelihara hewan
* Anak ke 2 dari 2 bersaudara
* Nama orangtua
* Ayah: Alm Baran SP MM
* Ibu: Yuliana M
* Riwayat Pendidikan
* SDN 05 Rasau Jaya
* SMPN 01 Rasau Jaya
* SMA Santo Paulus Pontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved