Pencinta Alam Tolak Pengangkatan Kapal Tenggelam Masa Perang Dunia II

Selain dengan mengumpulkan tanda tangan warga, kita juga sudah menyebarkan petisi meminta kementerian

Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDA ACEH – Penggalangan tanda tangan dilakukan belasan pencinta alam bawah laut di Banda Aceh. Mereka berharap warga mendukung agar menolak rencana pengangkatan bangkai Kapal Kargo Sophie Rickmers yang kini berada di bawah laut perairan Sabang. 

Koordinator aksi penggalangan tanda tangan, Nurjannah Husien, mengatakan, aksi ini sekaligus juga untuk mengingatkan masyarakat bahwa ada sejarah penting yang ada di bawah laut Sabang, dan sejarah itu perlu dijaga untuk anak cucu. 

“Penggalangan tanda tangan ini berawal dari keinginan Pemerintah Kota Sabang untuk melakukan survei dan mengangkat bangkai kapal, dan ini kita tidak setujui. Karena selain sebagai sejarah yang tidak boleh hilang, kini bangkai kapal juga menjadi pelindung bagi ikan-ikan dan terumbu karang di sana,” ujar Nurjannah, Senin (24/11/2014). 

Sejak Pemerintah Kota Sabang mengeluarkan surat permohonan izin kepada Kementerian Kelautan, pekan lalu, Nurjannah dan rekan-rekannya sudah mulai menggalang kekuatan untuk menolak rencana itu. 

“Selain dengan mengumpulkan tanda tangan warga, kita juga sudah menyebarkan petisi meminta kementerian dalam hal ini Bu Susi Pudjiastuti untuk tidak mengabulkan permohonan tersebut, dan petisi ini kita sebar secara online,” jelasnya. 

Penggalangan tanda tangan juga dilakukan di Kota Sabang. Penyelam dan pemerhati alam bawah laut sabang, Almer Havis mengaku sangat menyayangkan rencana pengangkatan bangkai kapal tersebut. 

“Saya sudah menyaksikan kehidupan di alam bawah laut sana, di sekitar kapal Sophie, itu menjadi surga bagi ikan-ikan, dan yang terpenting bagi tempat tumbuhnya terumbu karang,” ujar Almer. 

Menurut Almer, lokasi bangkai kapal Sophie Rickmers ini justru menjadi daya tarik bagi para penyelam dari berbagai belahan dunia, dan ini sudah menjadi bagian dari sejarah. 

“Dengan demikian, Sabang sebagai surga bagi para penyelam dan pencinta dunia bahari akan terus menjadi magnet dan tentu saja ini menguntungkan bagi pemerintahan dan masyarakat Kota Sabang itu sendiri,” jelas pria pecinta dunia selam ini. 

Saat melakukan penyelaman pada Maret 2014 lalu, sebut Almer, dia dan beberapa penyelam lainnya menyaksikan kehidupan biota laut yang luar biasa di Kapal Sophie Rickmers. 

“Bahkan lokasi bangkai kapal ini sudah diakui oleh para penyelam internasional sebagai lokasi spot terbaik bangkai kapal di Asia Tenggara,” jelas Almer. 

Selain itu, tambah Almer, jika bangkai kapal berusia 94 tahun ini diangkat, akan mengotori laut kawasan Sabang karena tebalnya lumpur yang sudah menempel di kapal. 

Sophie adalah kapal bermesin uap buatan Jerman tahun 1920. Kapal ini karam di perairan Sabang, Aceh, pada Perang Dunia II tahun 1940. Sophie sengaja ditenggelamkan oleh krunya agar tidak dibawa oleh Belanda. Kini, kapal itu menjadi sumber kehidupan, terumbu karang, dan lokasi bergengsi bagi wisata selam.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved