Kabupaten Aneh, Penghasil Energi Tapi Listrik Tak Menyala 24 Jam

Ya hanya warga Sangatta Utara dan Sangatta Selatan saja yang bisa menikmati listrik secara normal.

Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMARINDA -  Berstatus sebagai daerah penghasil energi, tak lantas membuat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lepas dari krisis energi. Justru lebih banyak daerah di kabupaten ini yang mengalami krisis energi. Dari 18 kecamatan yang ada, baru warga dua kecamatan yang bisa menikmati listrik selama 24 jam penuh.

 "Ya hanya warga Sangatta Utara dan Sangatta Selatan saja yang bisa menikmati listrik secara normal. Sementara, Kutim kan tidak hanya Sangatta saja," ujar Anggota DPRD Kaltim, dari daerah pemilihan (dapil) Bontang-Kutim-Berau, Minggu (16/11/2014).

Syafruddin menuturkan, di Kecamatan Bengalon warga hanya dapat menikmati listrik di jam tertentu saja. "Listriknya tidak menyala selama 24 jam. Hanya jam-jam tertentu saja. Itupun baru di dua desa di Bengalon," sebutnya.

Warga di belasan kecamatan lainnya, kata Syafruddin, harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa menikmati listrik. Caranya dengan mengoperasikan generator set (genset) dengan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak sedikit.

"Ada warga yang swadaya mengadakan listrik untuk lingkungannya. Sementara warga lain yang masuk kategori mampu bisa memiliki genset sendiri," ungkapnya.

Ketua DPW PKB Kaltim ini menyebut, kondisi ini merupakan fakta nyata perbedaan pembangunan antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. "Hal ini harus segera disikapi Pemkab Kutim," tegasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved