Lasinem Tewas Disenggol Pikap Saat Hendak Jemput Anak
Riskina menjelaskan saat dibawa ke Dokkes, Lasimen masih hidup. Namun beberapa saat setelah dirawat di Dokkes, perawat menyatakan korban meninggal.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kecelakaan maut di Jl Ahmad Yani, tepatnya di dekat Masjid Raya Mujahidin merenggut nyawa Lasinem (47), Kamis (21/8) pukul 14.30 WIB. Warga Gg Purwosari, Kelurahan Akcaya, RT002/RW011, Pontianak Selatan, itu tewas saat akan menjemput anaknya di sekolah.
Informasi yang dihimpun Tribunpontianak.co.id, Lasinem menggunakan Absolute Revo KB 3566 QF. Motornya diduga bersenggolan dengan sebuah pikap. Pikap diamankan ke Mapolresta Pontianak. Tak lama berselang setelah kecelakaan terjadi, anggota Polwan dari Sabhara, melintas.
Saat itu, Lasinem sudah dikerumuni warga. "Kami pulang dari Megamal patroli, saat ditemukan sudah dikerumuni warga dan posisinya masih di tengah jalan. Kata warga disenggol mobil pikap terus langsung dibawa ke Dokkes. Mobil sekarang sudah ditahan di Polresta," kata satu di antara Polwan Sabhara Ipda Riskina kepada Tribun.
Riskina menjelaskan saat dibawa ke Dokkes, Lasimen masih hidup. Namun beberapa saat setelah dirawat di Dokkes, perawat menyatakan korban meninggal dunia.
"Tadi waktu dibawa masih ada nyawa. Dia sendirian pakai motor," ujarnya.
Ditemui terpisah, Jimi (14), kernet pikap yang diduga terlibat kecelakaan dengan motor Lasinem,
mengaku tidak tahu bagaimana kecelakaan itu terjadi. Sebab saat itu, ia tertidur.
"Saya kernet Bang. Sopirnya itu Pak Amin. Dia lagi diperiksa polisi," ujar Jimi.
Jimi menegaskan saat kecelakaan terjadi, mobilnya baru selesai mengantar sampah ke arah Untan. Jimi menggunakan Mitsubishi Carry putih bernopol KB 8652 AQ.