Kancah Politik Pilpres 2014
Rakyat Menunggu Satrio Wirang Pimpin Negeri Indonesia
Satrio Wirang ini sebenarnya memiliki watak yang keras dan mudah tersinggung tapi cepat melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain pada dirinya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014, ada dua poros pasangan calon yang diusung beberapa partai, yaitu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto.
Pakar Filsafat Jawa STAIN Salatiga, Benny Ridwan melihat kondisi saat ini menjelang pilpres sangat mirip dengan ramalan Jayabaya ratusan ribu tahun lalu. Sekarang, katanya masyarakat Indonesia sedang menanti Satrio Wirang.
"Namun sering dipersalahkan dan selalu menjadi korban fitnah yang keji. Selalu berbuat baik tetapi tetap saja dituduh bersalah walau kesalahan tersebut bukan dia yang berbuat," ujar Benny dalam pernyataannya, Rabu (28/5/2014).
"Satrio Wirang ini sebenarnya memiliki watak yang keras dan mudah tersinggung tapi cepat melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain pada dirinya. Pada akhirnya, Satrio Wirang ini mampu memimpin negara berkat kemampuannya memahami keadaan dan mengarahkan nasibnya untuk sesuatu yang positif bagi negaranya," ujarnya.
Bahkan lanjut Benny dalam sejumlah keyakinan, Satrio Wirang itu adalah Satrio Piningit, yaitu satrio yang dipermalukan karena fitnah. Dia tersimpan dalam sejarah nusantara dan akan muncul kembali bila waktunya sudah tiba.
"Dia merupakan satrio pinilih, satria yang dipilih oleh kehendak sejarah dan direstui oleh para leluhur nusantara," katanya.