Eksklusif Tribun Pontianak
Trend Pemasangan Kawat Gigi Marak di Pontianak
Kawan-kawan bilang mirip gigi kelinci. Setelah konsultasi dengan dokter, ia memutuskan pasang behel.
"Biasa sesudah kontrol, dua hari sakit di gigi, tapi setelah itu hilang, makan juga tidak yang keras-keras. Karena istilahnya pondasi gigi kita belum kuat benar, kalau kontrol selalu bawa bracketnya kalau ada yang lepas," ujarnya
"Kalau sariawan alhamdulillah tidak, tetapi kebanyakan orang memang sering sariawan, cuma kemarin sebelumnya kan ada juga gigi yang dicabut, itu sempat sariawan," katanya.
Pilih Tukang Gigi
Meskipun ada anjuran, pemasangan behel gigi sebaiknya diserahkan ke dokter spesialis gigi, dengan alasan biaya lebih murah, tidak sedikit konsumen yang memilih pasang behel ke tukang gigi. Satu di antaranya Neli (19), warga Pontianak Kota yang lebih memilih pasang behel ke tukang gigi karena biaya pemasangan dan perawatan lebih murah ketimbang memasang di dokter gigi.
"Kalau ke dokter gigi, lebih mahal. Selama perawatan saja setahun, harus ganti karet dan perawatan harus bayar. Sedangkan ke tukang gigi, perawatan dan ganti karet, tidak ditarik biaya," kata Neli kepada Tribun, beberapa waktu lalu.
Neli pasang behel sejak kelas dua SMA. Sekarang usia behel yang melekat di giginya sudah berumur kurang lebih empat tahunan. "Kata tukang gigi, nanti dilepas setelah lima tahun," ujar gadis yang memutuskan bekerja usai tamat dari bangku SMA.
Dia punya alasan sendiri pakai behel. Saat itu, komposisi giginya kurang rata. Gigi ginsulnya membuat Neli kurang percaya diri. "Harus diratakan karena gigi saya kurang bagus. Kalau belum rata harus ganti bracket," terang Neli.
Bracket adalah sejenis kawat untuk menarik dari ujung gigi dengan ujung gigi yang lainnya. Namun sekarang, setelah berumur empat tahun, Neli mengaku giginya mulai terlihat rata dan menyatu.
Saat pasang behel di tukang gigi empat tahun lalu, Neli mengaku mengeluarkan biaya kontan Rp 2,8 juta. "Saya bingung pasang ke tukang gigi apa ke dokter gigi. Tapi saya hanya punya sedikit uang tapi harus pasang behel. Kalau pasang ke dokter harganya mahal. Dulu harganya variasi dari harga Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta," tuturnya.
Neli pun memutuskan pasang behel ke tukang gigi saja. Dia pun mendapat informasi komponen behel gigi di dokter gigi lebih maju ketimbang tukang gigi. "Di dokter kabarnya ada behel jenis keramik, gak keliatan bracketnya, cuma karetnya saja, yang kelihatan," jelasnya.
Tetapi justru, karetnya itulah menurut Neli yang membuat behel gigi bukan sekAdar meratakan gigi saja. Tetapi berfungsi menambah kepercayaan diri si pemakainya. Karet-karet itu beragam warna dan bentuk. Ada pula karet bentuk kartun atau kombinasi bulat-bulat warna."Saya belum ganti karet. Kombinasi warna," tuturnya.
Untuk pasang karet, Neli mengaku tanpa harus ke tukang gigi. Dan di situlah menurutnya sebagai kelebihan bisa pasang karet sesuka hati tanpa mengeluarkan biaya lagi.
"Tinggal pakai alat, ada jarum, pasang sendiri. Beli di tukang. Kalau beli karetnya dulu sih Rp 50 ribu. Belum ganti-ganti. Dengar-dengar sih sekarang Rp 150 ribu," kata Neli. Dia pun mengganti karet tergantung mood saja.
Untuk Fashion
Pengguna kawat gigi untuk fashion, Novi, mengatakan untuk biaya pemasangan, cenderung cukup murah untuk kawat gigi fashion, bahkan jika sudah kenal baik dengan tukang gigi, akan mendapat harga yang sangat terjangkau.