Gunung Kelud Meletus

Pasokan Makakan Berkurang, Pengungsi Gunung Kelud Terancam Kelaparan

Warga di sini butuh bantuan makanan. Sejak tadi malam tak makan. Air minum pun susah

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MALANG - Ribuan warga di area terdampak letusan Gunung Kelud, yang mengungsi di tiga kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur terancam kelaparaan. Pasalnya pasokan makanan mulai berkurang, terutama makanan terutama untuk bayi dan anak-anak tidak memadai.

"Warga di sini butuh bantuan makanan. Sejak tadi malam tak makan. Air minum pun susah," kata salah satu warga, Soponyo, kepada Kompas.com, di tenda pengungsian, Jumat (14/2/2014) pagi. Sementara di dapur pengungsian, tim dari PMI Kabupaten Malang sudah memulai aktivitas dapur umum.

Anggota polisi dan TNI masih terus melakukan proses evakuasi dari beberapa desa di Kecamatan Kasembon dan Ngantang ke wilayah Kecamatan Pujon. "Warga tidak bawa apa-apa. Hanya menyelamatkan diri. Minta bantuan makanan karena kami tidak sempat bawa apa-apa. Harta benda ditinggal di rumah. Pakaian pun tidak membawa," kata Soponyo.

Sementara menurut Juwana, warga Desa Lumbang Pandansari, Kecamatan Ngantang, banyak warga yang tidak tahan dengan debu dan juga hujan kerikil yang masih terus terjadi hingga Jumat pagi. 

Dari pantaun Kompas.com di tiga tempat pengungsian tersebut, masih terus terjadi hujan debu bahkan hujan kerikil. Warga di posko pengungsian, terutama anak-anak, mulai dicekam ketakutan akan ada tenda yang kembali roboh. Sebelumnya, tenda pengungsi roboh, menewaskan dua orang, satu orang kritis, dan belasan terluka.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved