Style Blitz

Andalkan Menu Rica-Rica

Biasanya sih kalau untuk masakan, di sini kami andalkan khas Manado yakni rica-rica.

Tayang:
Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lusiana, pemilik RM Manado Pontianak, JL Pak Kasih No 46, sudah memulai usahanya di Pontianak sejak Tahun 2000. "Waktu itu yang jalaninya adalah adik saya. Saat itu saya masih di Jakarta, ikut orang buka usaha yang sama, " ujar Lusiana.

Ia menuturkan, awalnya di Jakarta bertentangga dengan orang Manado yang buka tumah makan. "Jadi saya hanya sebatas bantu-bantu, karena dia hitungannya Mamak angkat saya," kata wanita 39 tahun ini.

Hampir dua tahun lamanya, Lusiana mengikuti seseorang di Jakarta dan bekerja di Rumah Makan Manado, yaitu sekitar tahun 2004. "Tapi, sekitar tahun 1996, saya bukan sendiri di Jakrta. Sekitar selama sekitar 8 tahun di Jakarta, yang di Pontianak sudah buka semenjak 2000, akhirnya semenjak tahun 2003, saya berencana kembali ke Pontianak dan mengurus sendiri Rumah Makan Manado," paparnya.

Di rumah makannya, Lusiana mengandalkan menu kuliner seperti tupai, kalong (paniki), labi-labi, daging RW (ular), kodok (swike), musang, biawak, yang dimasak dengan berbagai cara.

"Biasanya sih kalau untuk masakan, di sini kami andalkan khas Manado yakni rica-rica. Tetapi ada juga menu sop labi-labi, ular goreng, masak asam pedas, masak kecap, masak asam manis. Intinya untuk jenis kuliner, bisa dimasak sesuai keinginan pembeli," jelasnya.

Dikatakannya, untuk binatang-binatang ini dia beli dari warga Rasau, Parit Gadoh, Jeruju Besar, Segedong, Punggur, bahkan Suaka Lanting. Untuk ular, biasa dibawa dari Padang Tikar, Rasau. Sedangkan Kalong biasa diperoleh dari Parit Gadoh, dan Purun.

"Labi-labi kadang orang bawa dari daerah hulu. Untuk daging Rw, biasa dari Padang Tikar, Rasau, Anjungan, tapi yang paling banyak dari daerahlah. Dari Pontianak juga ada," paparnya

Harga per ekor berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, dan pengunjung rata-rata adalah pelaut. Yaitu dari Manado, Sanger, Batak, Flores, bahkan Ambon. "Orang Jawa juga banyak datang ke sini, biasanya sih mereka lebih suka biawak, ular, serta tupai. Rata-rata sopir-sopir truk dari Jawa, yang membawa kentang, dan kol," ujarnya.

Namun Lusiana juga menyediakan makanan biasa seperti Ikan, kepiting asam manis, ayam, cumi rica-rica, dan rica-rica udang. "Kadang ada juga pejabat lokal singgah ke sini sekadar makan siang atau malam. Yang pasti dalam sebulan mereka makan di sini, " pungkas Lusi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved