Ramadan 1433 H

Spirit Sedekah Dalam Tradisi Selekoran

Tradisi Selekoran adalah sebuah tradisi yang dirayakan pada malam kedua puluh satu (selekor) yang memiliki makna sedekah atau berbagi makanan

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ibu-ibu mengirimkan makanan berupa nasi dengan lauk pauk daging ayam dan daging sapi ke surau Hidayatus Sibyan, Parit Aim, Kec Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat saat sebelum berbuka dan setelah berbuka puasa. Tradisi mengirim makanan ke surau yang akan disantap secara bersama-sama oleh jamaah selepas shalat tarawih merupakan tradisi selekoran dalam budaya Madura.

"Tradisi Selekoran adalah sebuah tradisi yang dirayakan pada malam kedua puluh satu (selekor) yang memiliki makna sedekah atau berbagi makanan dengan sesama. Selain itu, makna selekoran diartikan sebagai ekspresi kegembiraan lantaran bulan ramadan telah memasuki 10 hari terakhir," ujar warga Parit Aim yang juga sekaligus Ketua IPNU Kubu Raya, Moh Amin kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (9/8/2012).

"Selekoran merupakan bentuk perayaan untuk mnyambut datangnya malam lailatul qadar yang diriwayatkan jatuh pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan ramadan. Warga madura hendak menyambut itu dengan cara bersedekah dengan berbagi makanan antarsesama seraya memanjatkan doa," ujarnya.

Sejak kecil, Amin sudah mengalami tradisi selekoran. Ibu-ibu di tiap rumah tanpa diperintah dan disuruh, katanya, akan membawa nasi beserta lauk pauk dan buah ke surau untuk disantap secara bersama-sama.

"Tradisi selekoran betul-betul dilestarikan masyarakat madura hingga sekarang," pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved