Ironi Joy Flight Superjet
Kecerobohan memenuhi prosedur terbang, ancaman besar bagi bisnis penerbangan yang tumbuh-berkembang di Indonesia
Apabila pesawat jatuh di ketinggian ribuan kaki di atas bumi, hampir bisa ditebak tak bakalan hidup. Kesalahan sedikit pengoperasian pesawat di udara, tak ubahnya mengundang maut.
Tragedi Sukhoi Superjet-100 harus diusut tuntas. Diteliti seksama tanpa dusta. Jika tidak, bisnis penerbangan terancam mengalami titik balik. Dampak ikutannya akan bermuara pada hambatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pelajaran teramat penting untuk kesekian kalinya dalam bisnis penerbangan. Tak kalah penting, hikmah di balik tragedi ini. Kematian datang kapan pun, apabila Allah menghendaki.
Hampir semua penumpang yang menikmati joy flight pesawat bersertifikat laik terbang dari otoritas Rusia dan EASA itu, unjuk suka cita. Siapa sangka, suka cita itu mengantar ke kematian?
Selagi masih diberi kehidupan oleh Allah, marilah senantiasa berbuat baik dan benar, sebagaimana diajarkan agama, budaya dan hukum yang kita sepakati.
Naif, menyesal setelah ajal menjemput. Momentum baik bagi kita, terutama pejabat untuk menemukan makna kehidupan sejati. Mari amalkan semua perintah Tuhan secara tulus, tanpa kemunafikan. (*)