Demokrasi BBM Di Ujung Bedil
Brimob todongkan senapan ke jidat mahasiswa. SBY patut instrospeksi dan belajar mengamalkan supremasi HAM warga sipil
Umumnya, rakyat Indonesia tahu dan mengerti. Tetapi, pemerintah haram mempolitisir, apalagi menggunakan cara-cara keras menghadapi warga negara yang berbeda pendapat. Kekhawatiran ada kelompok kepentingan mengail air keruh di balik kenaikan harga BBM, wajar.
Pemerintah "boleh" pula mensinyalir kelompok Jenderal (Purn) TNI Wiranto, memanfaatkan unjukrasa terkait kenaikan harga BBM untuk menjatuhkan pemerintahan SBY. Namun, penguasa bijak tak boleh berlebihan, apalagi paranoid.
Maraknya penangkapan mahasiswa di berbagai daerah menjelang kenaikan harga BBM, hanya mengantar negeri ini ke pentas politik ekstrapanas dan membahayakan HAM sipil.
Pengalaman kejatuhan Presiden Soeharto 1998 lalu, juga dimulai kekerasan dan penghilangan jiwa mahasiswa prodemokrasi. Kepala negara patut kontemplasi, dan bertindak bijak terhadap rakyat. (*)