Style Blitz Tribun

Harga Kacer Rp 35 Juta

Hobi ini menambah penghasilan di luar usaha yang ia geluti

Tayang:
Editor: Jamadin

Hobi serupa juga digeluti Djohansyah, anggota Komisi B DPRD Pontianak. Habi ini ia geluti dalam dua tahun terakhir.

Riuh kicauan burung menyambut Tribun saat bertandang ke rumahnya di Jl Purnama, Gang Mentari, Blok 2, Nomor  D5. Aneka burung bersuara merdu tampak di dalam sangkar yang bergelantungan di langit-langit rumahnya. Teras, ruang tamu, hingga langit-langit ruang makan tergantung sangkar berisi burung kicau.

Anak dari keturunan ke empat Raja Kerinci, Provinsi Jambi ini mengoleksi tujuh burung di antaranya, burung lovebird, cucak jenggot, kacer, murai batu, anis merah, kenari dan parkit. Burung-burung ini ia beli di Jakarta dengan harga bervariasi.

"Burung kenari ini saya beli seharga Rp 7 juta dan sudah tiga kali menyebat juara satu dalam kontes burung," paparnya kepada Tribun, Minggu (11/3).

Djohansyah mengaku tersihir dengan pesona burung yang ia pelihara. Eksotisme tubuh, kicauan dan tingkah lucu burung membuatnya terpana. Hobi memelihara burung tak mengganggu kesibukannya sebagai wakil rakyat.

Ia bahkan lebih sabar dan telaten saat merawat burung. Setiap hari, menjadi kewajibannya untuk memandikan burung, membersihkan sangkar, memberi makan dan menjemur semua burung miliknya.

"Untuk burung kontes, setelah diangin-anginkan sangkar burung ditutup dengan kain agar ketika lomba nanti naluri fighting dan birahi burung keluar . Burung juga tak berhenti berkicau," paparnya.

Hobi ini ia geluti sebelum menjadi anggota DPRD. Kala itu, seorang teman memberinya seekor perkutut. Kicauan perkutut inilah yang memikat hati Djohansyah. Ketika harus keluar kota, Djohansyah merasa begitu rindu mendengar kicauan burung peliharaannya.

Ia juga pernah mengalami kegagalan dalam memelihara burung yang ia beli. Burung yang tak sempat ia rawat tak mampu berkicau dengan baik. Alhasil, burung-burung ini ia sedekahkan pada teman-temannya.

"Alhamdulillah, sampai sekarang saya tak pernah bosan merawat burung. Sepertinya saya sulit berpaling dari indahnya kicau burung," kata penyandang gelar Dipati Singologo Kecik Pertama Alam dari Kerajaan Jambi ini.

Djohansyah juga tak sembarangan memilih sangkar. Sangkar yang digunakan dibeli dengan kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 7,5 juta. Dia rela merogoh kocek dalam-dalam untuk hobinya itu.
"Cungkuk ukiran ini asli buatan Tiongkok dan khusus saya pakai pada saat kontes burung," katanya.

Pehobi burung lainnya agaknya sulit untuk menawar burung yang pernah menjadi juara milik Djohansyah. Ia agaknya terlalu sayang pada makhluk mini tersebut. "Bila saya cinta pada suatu barang, berapapun harganya tetap tidak akan saya jual," katanya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved