Tips Keluarga

Ajarkan Anak Bertanggung Jawab

Anak bisa dikenalkan prinsip berkomitmen dan tanggung jawab sejak dini. Menurut pengalaman Melly Kiong

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Orangtua adalah panutan bagi setiap anaknya. Jadi apapun yang terjadi pada anak sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua. Untuk mengajarkan anak supaya menjadi anak yang baik dan penurut, orang tua juga harus bersikap demikian, karena biasanya anak bercermin dari sifat orang tuanya.

Untuk urusan buah hati, ibu dan ayah harus bekerja sama mendidiknya supaya menjadi anak yang baik. Berikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak sehingga anak tidak memiliki beban apapun.

Anak bisa dikenalkan prinsip berkomitmen dan tanggung jawab sejak dini. Menurut pengalaman Melly Kiong, ia mengajarkan prinsip berkomitmen terhadap anakanya sejak dini." Waktu anak saya tidak batuk, saya tawarkan ia ice cream. Kemudian anak  saya meminta ice cream lagi pada saat batuk, dan saya melarangnya. Yang ketiga kalinya anak saya berfikir dulu, kalau saya batuk berarti no ice cream, lalu anak saya bilang kalau ia sudah sembuh, ia minta ice creamnya dua" tutur Melly dalam seminarnya di Hotel Gajahmada, Sabtu (4/2/2012).

Menanamkan konsekwensi pada sifat anak memang penting. Maka dari itu. Tanamkan Prinsip tersebut sedini mungkin, sekitar 1-2 Tahun sudah bisa dikenalkan.

Dan untuk sifat daya juang dan tanggungjawab juga perlu. Ibu dapat melakukannya pelan-pelan. Tanamkan pada saat anak sedang bermain, Jangan berfikir bahwa anak kecil itu tidak mengerti apa-apa. Yang penting adalah komunikasi antara orang tua dengan anak.

Selain itu, terkait dengan pendidikan anak, Jangan berikan tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak sekolah. Justru orang tua harus bekerja sama dengan pihak sekolah dalam hal pendidikan anak. Sekolah hanya memberikan pendidikan yang bersifat akademik saja, namun orang tua padat mengajarkan anak dengan hati.

Pahamilah anak anda, jika anak mendapat nilai yang kurang, jangan sudutkan dia atau memarahinya. jika demikian anak akan merasa dirinya tidak mampu, akan tetapi puji dia meskipun mendapat nilai kurang dan berikan motivasi bahwa anak anda bisa lebih baik lagi kedepannya, Hargailah hasil apapun yang anak dapatkan.

"waktu itu anak saya mendapat nilai 20 disekolahnya. ia mengadu pada saya kalau ia ingin les. Tapi saya bilang apakah nilai itu kamu dapatkan sudah sampai batas kemampuanmu? anak saya menjawab tidak, ia mengatakan kurang teliti. Itu yang menjadi masalahnya. Kemudian nilai selanjutnya ia mendapat nilai 50 dan mengadu untuk minta les lagi. Saya ijinkan dan anak saya mencari guru les dari yang murah sampai yang mahal. Ia menjadi rajin belajar, ia bilang sayang biayanya mahal katanya. Sampai saat ini nilainya semakin bagus, bahkan ia bisa mengajarkannya kepada temannya yang lain" tambah wanita kelahiran kota singkawang ini.

Pada intinya berikan kepercayaan kepada anak, tanamkan cara belajar yang baik, sehingga anak dapat menanggapinya dengan baik juga. Pendidikan akademik tidak menjamin keberhasilan anak.

Sifat percaya diri dalam diri anak juga penting sekali. Hal yang pertama kali harus ibu lakukan adalah tumbuhkan rasa percaya diri anak." Biasanya saya ada memo yang ditempel di kulkas yang bertuliskan hal-hal baik yang dilakukan anak saya, ketika dia melakukan hal yang baik, seperti cuci tangan itu kan hal yang baik, saya biasa memujinya dia sudah bisa cuci tangan sendiri. jadi berikan apresiasi, itulah yang akan menumbuhkan rasa percaya diri, hargai yang anak lakukan, "tambah melly.

Tidak ada label anak bandel

Sebenarnya label anak bandel itu tidak ada, hanya saja terkadang ibu tidak mengerti dan selalu menginginkan anak sesuai dengan gambaran orang tua. Sesuatu yang tidak sesuai seperti itu akan memberikan label anak yang bandel.

"orang tua kan sebelumnya pernah menjadi anak-anak kan, jadi tidak semua yang diinginkan orang tua harus dituruti. Jadi orang tua seharusnya lebih bijaksana. Posisikan diri kita sebagai orang tua yang pernah menjadi anak-anak jadi bisa lebih mengerti, Jika demikian maka label anak yang bandel itu akan tereliminasi dengan sendirinya," tutur melly.

Sedangkan untuk anak yang malas belajar, orang tua lagi-lagi harus ingat bahwa orang tua pernah menjadi anak-anak sebelumnya. Pada saat itu kita juga tidak mungkin terus-terusan harus belajar, setidaknya ada hiburannya juga atau bermain. jangan terlalu memaksakan anak rajin belajar, orang tua juga harus bijaksana.

Melly mengatakan bangunlah satu kondisi bahwa anak itu adalh tanggung jawab dan kewajiban. Biarkan anak tumbuh dengan sendirinya dengan pelajaran dan jangan dipaksakan.
Tumbuhkan Kasih Sayang
Anak bisa saja menjadi sombong dan sebaliknya penuh kasih sayang. Sesungguhnya pembentukan pribadi anak itu tergantung kepada bagaimana orang tua mendidiknya sejak awal. Sebaiknya tanamkan sifat-sifat yang baik kepada anak sejak dini. Orang tua harus berkreasi dan memasukan unsur-unsur pendidikan. Bekalilah rasa mencintai dan menghargai.

Terkadang ada orang tua yang tidak mengerti apa yang terjadi pada anak, dan anak juga sulit mengatakannya pada orang tua. Atau Anak yang mendapat tekanan dari pihak sekolah karena nilainya yang jatuh namun orang tua tidak dapat menanganinya. Hal itu adalah pengaruh dari komunikasi antara anak dan orang tuanya. Jadi, perbaikilah komunikasi antara anak dengan orangtua, sehingga anak akan merasa mendapat tempat untuk berbagi.

Sebelum mengajarkan anak dalam menumbuhkan rasa mencintai dan menyayangi, orang tua harus terlebih dahulu bersifat demikian. " Waktu itu saya memperlihatkan video ke anak saya tentang semut, bahwa jika manusia akan membunuh semut, si semut berteriak meminta tolong. Biasanya kan manusia memincit semut begitu saja tanpa bersalah. Anak saya menangkap makna dari fim tersebut, dan sekarang jika ada semut di bajunya. ia tidak membunuhnya. cepat-cepat ia pindahkan ke tempat yang lain" tutur Melly.

Tips Supaya Anak Belajar Dengan Baik

Melly Kyong Penulis/ Pakar Pendidikan Anak memberikan beberapa Tips agar anak belajar dengan baik.

Melly mengatakan orang tua harus mengawali anak atau temani anak pada saat belajar, atau akan menghadapi ulangan, Orang tua harus ber empati dengan anak. Ibu dapat duduk disebelah anak, bantu dan menemani anak belajar setiap harinya dan melihat prosesnya.

Jika demikian maka anak akan merasa tidak sendirian, dan merasa nyaman, sehingga dapat belajar dengan baik. Hal tersebut sangat penting sekali karena anak akan merasa bahwa orang tua tidak hanya ingin memetik hasilnya saj, tapi mau menanamnya juga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved