Menjenguk Kesehatan Udara Dunia Dari Ketinggian Bukittinggi

Dari sinilah, ditemukan penurunan konsentrasi ozon dilapisan stratosfer, terutama di wilayah kutub ketika itu.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto Menjenguk Kesehatan Udara Dunia Dari Ketinggian Bukittinggi
Ilustrasi
Bukittinggi

Menjenguk Kesehatan Udara Dunia Dari Ketinggian Bukittinggi

PONTIANAK- Sejarah GAW dimulai pada tahun 1950, WMO secara resmi berinisiatif memulai program pengamatan yang dapat menghasilkan gambaran komposisi kimia atmosfer dan aspek meteorologi yang berkaitan dengan polusi udara secara global.

WMO memulai langkah awal dengan melakukan koordinasi internasional terkait pengukuran komposisi kimia pada tahun 1957 dan menghasilkan kesepakatan berupa Global Ozone Observing System (GO3OS) / sistem pengamatan lapisan ozon secara global yang bertujuan mengatur standar pengamatan ozon.

Dari  sinilah, ditemukan penurunan konsentrasi ozon dilapisan stratosfer, terutama di wilayah kutub ketika itu. 

Pada akhir tahun 1960an WMO mendirikan Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN) yang fokus pada pengukuran komposisi kimia air hujan, aerosol dan karbon dioksida (CO2). Program BAPMoN menghasilkan informasi yang sangat penting bagi dunia yaitu telah meningkatnya gas rumah kaca (GRK) di atmofer bumi. 

Baca: Daftar Tim Lolos Perempat Final Piala Afrika 2019: Salah Gagal Tambah Trophy untuk Mesir

Baca: Daftar Promo Kuota Internet Telkomsel #SupriseDeal Berlaku Pembelian Untuk Hari Ini

Pada tahun 1970an  beberapa isu mengenai atmosfer mulai dibahas secara internasional dan menjadi trending topic dunia.

Dimulai dari isu mengenai ancaman chlorofluorocarbons (CFCs) terhadap lapisan ozon, pengasaman danau dan hutan di sebagian besar Amerika Utara dan Eropa yang disebabkan oleh berubahnya SO2 (sulfur dioksida)  menjadi asam sulfat (SO4) di atmosfer,  kemudian yang ketiga dan paling fenomenal adalah isu kemungkinan terjadinya pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer.

Isu-isu tersebut menjadi dasar dan pijakan pokok perjanjian internasional. Kebijakan dan mitigasi dari perjanjian-perjanjian tersebut bergantung kepada WMO atmospheric composition monitoring programme (program pengamatan komposisi atmosfer).

Berdasarkan hal tersebut pada tahun 1989,  BAPMoN and GO3OS dikonsolidasikan ke dalam suatu program  yaitu WMO  Global Atmosphere Watch (GAW) programme. GAW merupakan salah satu program WMO yang mengikat seluruh negara anggota WMO yang saat ini berjumlah 187 negara.
 

-- 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved