Pemkab Sekadau Lakukan Sidak ke Pasar dan Gudang

Pemkab Sekadau bersama tim gabungan melakukan sidak ke pasar tradisional, toko modern hingga gudang yang ada di Kecamatan Sekadau

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/Try Juliansyah
Pemkab Sekadau bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, toko modern hingga gudang yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis (23/5) 

Pemkab Sekadau Lakukan Sidak ke Pasar dan Gudang

SEKADAU - Pemkab Sekadau bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, toko modern hingga gudang yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis (23/5). Sidak yang dilakukan itu memantau ketersediaan dan harga barang menjelang Idul Fitri 1440 hijriah.

"Sidak yang dilakukan Pemkab Sekadau sekaligus untuk melakukan pembinaan dan monitoring," ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Bambang Dermawan.

Diakui olehnya, sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan stok sembako dan keterjangkauan harga.

Baca: Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns Amankan Warga Negara Malaysia Bawa Narkoba

Baca: Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK, Kubu BPN Punya Bukti yang Cukup Bahkan Sampai Internasional

Baca: Kementerian Pariwisata RI Tunggu Berkas Singkawang untuk Masuk Kawasan Ekonomi Khusus

"Tim dibagi dua, tim pertama sidak di pergudangan di Kabupaten Sekadau dan tim dua sidak di pasar tradisional dan pasar modern. Sistemnya sampel, untuk pasar modern ada empat sampel dan pasar tradisional mulai sepanjang Pasar Flamboyan hingga pasar Kapuas," katanya.

Diakui pula olehnya dari hasil sidak secara umum stok ketersediaan sembako dan barang penunjang lainnya relatif tersedia. Sedangkan, untuk harga barang relatif stabil walaupun ada beberapa jenis barang yang mengalami kenaikan.

"Kalau kenaikan ada kenaikan relatif sedikit, misalnya harga daging sapi itu stabil Rp140 ribu per kilogram dari sebelum puasa hingga sekarang. Daging ayam sudah bersih sekitar Rp48 ribu per kilogram seminggu sebelumnya sempat Rp50 ribu per kilogram dan sekarang berkisar Rp48 ribu per kilogram," tuturnya.

Diprediksi hingga menjelang H-1 dan saat hari raya Idul Fitri harga tidak akan terjadi kenaikan. Dan sama selama dilakukan sidak diakuinya tidak ditemukan bahan makanan yang kadaluarsa.

"Tidak ditemukan barang kadaluarsa, ada beberapa tempat itu barangnya penyok, kami berikan pembinaan kepada pedagang misalnya untuk minuman botol, kami sarankan agar disimpan ditempatnya," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved