Pemda Sambas Siapkan Open Bidding Untuk Seleksi Sekda

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki masa pensiun.

Pemda Sambas Siapkan Open Bidding Untuk Seleksi Sekda
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menghadiri kegiatan Rakor penanganan konflik sosial, di Jakarta. 

Pemda Sambas Siapkan Open Bidding Untuk Seleksi Sekda

SAMBAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki masa pensiun.

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sambas menyiapkan Open Bidding untuk mengisi jabatan Sekda baru.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan, Sekda yang baru akan sangat diperlukan untuk mengisi jabatan yang nantinya ditinggalkan oleh sekda yang menjabat saat ini, Uray Tajudin.

"Terkait jabatan Sekretaris Daerah tentu kita akan lakukan open bidding guna mengisi jabatan yang akan ditinggal Sekda yang akan pensiun beberapa bulan lagi," ungkapnya, Jum'at (17/5/2019).

Menurutnya, nanrinya para calon Sekda harus memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai dengan UU KASN.

Selain itu, Atbah mengatakan juga ada syarat khusus bagi calon sekda yang baru kedepan.

Baca: Prediksi Line Up Persela Vs Madura United Shopee Liga 1 2019 Live Indosiar Pukul 20.30 WIB

Baca: Usut Punya Usut, Ternyata Pengasuh Rafathar Poroti Nagita Slavina Sampai Rp 70 Juta

Baca: Pemda Kapuas Hulu Gelar Rakor, Ini Pembahasannya

"Tentu yang kita cari adalah personal yang akan membantu kinerja Bupati dan Wakil Bupati, bersemangat, rajin, patuh dan taat, InshaAllah ini akan berkah," ungkapnya.

Lebih baik lagi kata Atbah, apabila pada saat pelaksanaan Open Bidding ramai yang mendaftar untuk mengisi posisi sekda tersebut.

"Sangat baik apabila banyak yang mendaftar untuk posisi ini, agar kita memiliki banyak pilihan yang baik. Selain itu saya juga berharap agar ada juga pendaftar dari luar daerah Sambas," jelasnya.

Ia pun menegaskan, bahwa proses seleksi atau lelang jabatan Sekda Sambas, ia pastikan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

"Saya memastikan, tidak ada jual beli jabatan atau meminta imbalan untuk jabatan, karena hukumnya risywah (menyogok) nabi muhammad mengatakan, "yang menyogok dan yang disogok masuk neraka," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved