Memasuki Bulan Ramadan, Perlintasan Orang Menggunakan PLB di PLBN Entikong Meningkat Signifikan

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Entikong, Herri Prihatin menyampaikan, Perlintasan orang menggunakan dokumen Pass Lintas Batas (PLB)

Memasuki Bulan Ramadan, Perlintasan Orang Menggunakan PLB di PLBN Entikong Meningkat Signifikan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kantor Imigrasi Klas II Entikong, Herri Prihatin. 

Memasuki Bulan Ramadan, Perlintasan Orang Menggunakan PLB di PLBN Entikong Meningkat Signifikan

SANGGAU - Kepala Kantor Imigrasi Klas II Entikong, Herri Prihatin menyampaikan, Perlintasan orang menggunakan dokumen Pass Lintas Batas (PLB) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kecamatan Entikong, meningkat signifikan sejak memasuki bulan Ramadan.

“Pantauan kami, masyarakat perbatasan Sanggau yang menggunakan PLB cukup banyak. Ada peningkatan yang signifikan sejak awal, ”katanya melalui telpon selulernya, Jumat (17/5/2019).

Ia menjelaskan, sejak memasuki Ramadan perlintasan orang menggunakan PLB berkisar 200 sampai 300 orang perhari. “Sedangkan sebelum bulan Ramadan, warga perbatasan pemegang PLB yang menyeberang ke Malaysia hanya 50 sampai 75 orang perhari, ”tuturnya.

Dari laporan dan dokumen yang dipergunakan, lanjut Herri, pemegang PLB menyeberang ke Malaysia untuk berbelanja kebutuhan puasa dan lebaran di Tebedu, Malaysia.

Baca: Khataman Quran Pesantren Ramadan, Dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar FEBI IAIN Pontianak

Baca: 5 Kenangan Indah Masa Sekolah Yang Sangat Dirindukan

Baca: Hujan Petir Diprediksi Guyur Kayong Utara Hari Ini

“Biasanya warga pengguna PLB tersebut pergi pagi, kemudian kembali ke Indonesia lagi pada siang atau sore harinya. Mereka rata-rata hanya di Tebedu, belanja untuk keperluan lebaran, mereka pergi sehari saja, tidak ada yang menginap, ”jelasnya.

Herri menambahkan, pelayanan kepada pemegang PLB sama dengan pengguna dokumen yang lain. Fasilitas PLB cukup banyak peminatnya, lantaran layanan khusus bagi masyarakat perbatasan RI-Malaysia itu digratiskan. “PLB itu karena nol rupiah, jadi warga Indonesia di perbatasan Entikong dan Sekayam banyak yang menyenanginya,”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved