Antisipasi Lonjakan Harga, Disperindagkop Singkawang Tetapkan Harga Ecer Tertinggi

H Muslimin mengatakan saat ini Pemkot Singkawang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk dua komoditas pokok

Antisipasi Lonjakan Harga, Disperindagkop Singkawang Tetapkan Harga Ecer Tertinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian koperasi dan UKM (Padaginkop UKM) Kota Singkawang H Muslimin, dan kegiatan sidak di Pasar Singkawang, Rabu (15/5/2019). 

Antisipasi Lonjakan Harga, Disperindagkop Singkawang Tetapkan Harga Ecer Tertinggi 

SINGKAWANG - Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Singkawang H Muslimin mengatakan saat ini Pemkot Singkawang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk dua komoditas pokok yang dijual di pasaran, Jumat (17/5/2019).

Ia menjelaskan, penetapan HET untuk Kota Singkawang itu dilakukan adalah dalam rangka untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan di pasar, khususnya untuk dua komoditas yang sudah di sepakati.

Terlebih lagi mengingat saat ini sedang memasuki bulan Puasa Ramadan.

"Iya, kita sudah melakukan pertemuan waktu itu di Polres Singkawang, karena kebetulan juga Polres memiliki satgas pangan. Selama ini kita akui di setiap bulan Ramadan, komoditas ayam pendaging dan telur ini selalu naik," ujarnya.

Baca: Jumlah Pegawai BUMN/BUMD di Kayong Utara Tahun 2016

Baca: 5 Resep dari Kurma untuk Buka Puasa, Berikan Energi Setelah Seharian Berpuasa!

Baca: ARMY Siap-siap Ngakak! Jungkook BTS Prediksi Wajah Masa Depan Member Setelah 15 Tahun

Menurutnya, jika pada bulan-bulan biasa selain bulan Ramadan telur berkisar di harga Rp. 18.000 - Rp. 19.000 per-kilogramnya. Maka pada bulan Puasa Ramadan ini bisa mencapai Rp. 26.000 - 27.000/Kg.

"Oleh karenanya pada pertemuan kemarin kita sepakati, semacam kebijakan daerah. Dan di Kalbar baru Singkawang yang menetapkan dan menyepakati HET ini," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini harga yang di tetapkan Yang pertama adalah untuk HET ayam pendaging yang sudah dibersihkan adalah sebesar Rp. 43.000/Kg. Sedangkan HET untuk telur ayam sampai dengan lebaran nanti adalah Rp. 27.000/Kg.

"Kalau telur ayam 27 ribu, karena ditingkat peternak paling tinggi 24 ribu. Jadi ada keuntungan sepertiga ribu keuntungannya, sedangkan untuk ayam pendaging yang sudah bersih paling mahal 43 ribu," katanya.

Ia menjelaskan, untuk ayam pendaging atau ayam karkas (yang sudah dibersihkan dan dipisah dari jeroannya) di pasar masih dijual berpariasi. Namun dari pantauan pihaknya ia katakan harganya berkisar di Rp. 41.000 - Rp. 42.000/Kg.

Untuk itu, ia berjanji akan terus memantau perkembangan di pasar terkait dengan diberlakukannya kebijakan tersebut.

"Dan kami dari dinas nantinya tiap hari akan memantau ini. Apakah di patuhi, atau ada yang melebihinya. Kalau ada yang melebihi kita akan melakukan pembinaan agar kembali kepada harga yang sudah ditetapkan," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mendukung kebijakan itu, Dinas terkait juga sudah melakukan sosialisasi dan akan memasang spanduk di pasar induk untuk pengumuman kepada pedagang dan pembeli mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah di tetapkan.

Sebelumnya, ia katakan langkah itu di ambil setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga dan stakeholder terkait. Termasuk dengan para pengusaha dan peternak.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved