Tanggapi Kasus Pembunuhan Remaja di Singkawang, Pengamat Hukum Sampaikan Hal Ini

Ia menegaskan tidak semua kasus kriminal anak harus diselesaikan dengan diversi walaupun mereka dibawah umur

Tanggapi Kasus Pembunuhan Remaja di Singkawang, Pengamat Hukum Sampaikan Hal Ini
net/google
Ilustrasi pengeroyokan. 

Tanggapi Kasus Pembunuhan Remaja di Singkawang, Pengamat Hukum Sampaikan Hal Ini

PONTIANAK - Peristiwa penganiayaan yang dilakukan empat remaja terhadap seorang temannya  di Singkawang menurut pakar hukum UPB, Yenny proses penyelesaikan hukumnya tentu tidak sama dengan kasus pidana yang dilakukan oleh orang dewasa.

Meskipun para pelaku diduga menghabisi  nyawa, namun mereka masih dibawah umur maka proses peradilannya tidak sama dengan orang dewasa yang membuat kriminal 

Polisi telah  menjerat keempat pelaku dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang  Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Sehingga keempatnya terancam 15 tahun penjara.

Baca: VIDEO: Terlihat Megah, Inilah Rumah Betang Radangk Aya Landak di Ngabang

Baca: Pelindo Siapkan Berbagai Fasilitas Guna Menunjang Kenyamanan Penumpang

Ia menegaskan bahwa tidak semua tindak pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur harus dilakukan diversi. Kejadian ini sudah merupakan tindak pidana berat.

"Kalau sudah 15-18 tahun itu sudah bisa menjalani hukuman,  proses penyelesaian hukumnya memang harus berbeda dengan orang dewasa," ucap Yenny saat diwawancarai, Rabu (15/5/2019).

Ia menegaskan tidak semua  kasus kriminal anak  harus diselesaikan dengan diversi walaupun mereka dibawah umur.

"Ini bukan hukuman tapi diberikan tindakan hukum. Kalau dinilai dilingkungan keluarga tidak mampu ,maka  diberikan ke pemerintah atau negara untuk pembinaan. Pembinaan itu memang bisa  dilajukan panti sosial, perlindungan anak atau bisa juga di LP anak," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved