BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Bayarkan Klaim Jaminan Sebesar Rp 188,5 Miliar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pontianak telah membayarkan klaim jaminan sebesar Rp 188,5 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Bayarkan Klaim Jaminan Sebesar Rp 188,5 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Adi Hendrata 

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Bayarkan Klaim Jaminan Sebesar Rp 188,5 Miliar

PONTIANAK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pontianak telah membayarkan klaim jaminan sebesar Rp 188,5 Miliar hingga Desember 2018.

Jumlah tersebut masih didominasi terhadap klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 19.752 kasus atau orang yang telah mengajukan klaim di BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah nominal sekitar 165,1 Miliar. 

Sisanya terbagi untuk Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun.

“Klaim kita untuk jaminan hari tua itu totalnya 19.752 kasus atau sekitar 19 ribu orang yang mengajukan klaim di kami, dengan jumlah nominal 165,1 Miliar untuk jaminan hari tua, untuk jaminan kematian yang meninggal dunia itu sebanyak 372 kasus yang meninggal dunia dengan nominal 10,4 Miliar, terus kemudian jaminan kecelakaan kerja itu 909 kasus dengan nominal 11,8 Miliar, kemudian jaminan pensiun sudah banyak yang mendapat pensiunan bulanan dari kita itu 751 kasus, yang mengajukan klaim pensiun, setahun bayarnya 1,1 Miliar. Total kasusnya ada 21.757 dengan total 188,5 Miliar,” jelas Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Adi Hendrata, Rabu (17/4/2019).

Baca: Wardah Bright Days di SMA Negeri 3 Pontianak

Baca: Antusias Remaja Ketika Mengikuti Wardah Bright Days

Baca: VIDEO: BPJS Kesehatan Laksanakan Konferensi Pers, Ini Yang Dibahas

Ia mengatakan pentingnya peran aktif dari perusahaan, serikat pekerja, serta suport dari pemerintah daerah baik Kabupaten Kota maupun Provinsi, karena dengan adanya program pemerintah BPJS Ketenagakerjaan, maka secara tidak langsung BPJS Ketenagakerjaan sudah membantu masyarakat pekerja yang ada di provinsi Kalimantan Barat agar terhindar dari potensi misikin.

“Ketika sesorang berhenti bekerja, 188,5 Miliar ini bukan nominal yang sedikit untuk seprovinsi Kalimantan Barat bahwa kita paling tidak BPJS Ketenagakerjaan berperan aktif untuk membantu mencegah kemiskinan sebanyak 21.757 orang ini, kalau mereka tidak mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, 21.757 orang ini akan menjadi beban pemerintahan kota maupun provinsi, maka dari itu saya ucapakan banyak terimakasih dari dukungan pemerintahan provinsi, pemerintah kabupaten kota yang terus mendorong program negara ini,” ucapnya.

BPJS Ketenagakerjaan pun rutin melakukan sosialisasi dengan menggandeng stakeholder, seperti berkerjasama dengan dinas koperasi provinsi, dinas koperasi kota, dinas kesehatan dan dinas PU, kemudian sosialisasi langsung ke nelayan, ojek , ke pasar, warung kopi , ke ibu-ibu posyandu, PKK, dan masih banyak lagi. Dengan harapan stakeholder ini bisa menjadi kepanjangan agar dapat meneruskan sosialisasi ini. 

Mengenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal memiliki tantangan tersendiri sebab dituntut mampu menyadarkan masyarakat. Dengan sering diadakan kegiatan turun ke lapangan seperti Grebek Pasar akan semakin banyak orang yang mengenal program perlindungan pekerja yang dibuat oleh pemerintah itu.

“Harapan kami kedepan dorongan serta dukungan dari pemerintah itu sangat diperlukan, kemudian peran aktif dari perusahaan, kemudian peran aktif dari serikat pekerja serta seluruh stekholder seperti perbankan, kemudian mitra-mitra kerja kita, dan masyarakat perkerja aware lah dengan program negara ini. Kami ingin masyarakat lebih tahu program BPJS Ketenagakerajaan ini maksimal, sehingga kalau terjadi resiko yang 4 tadi, meninggal pasti meninggal setiap orang, kecelakaan bisa menimpa siapa saja, berenti pasti berenti kalau kita sudah tua dan jaminan pensiun juga pasti pensiun, maka 4 program ini dan m program BPJS Kesehatan saling melengkapi,” pungkasnya.

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved