Sutarmidji Masih Jadikan Peningkatan Infrastruktur Sebagai Prioritas Pembangunan Kalbar Tahun 2020

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan Fokus prioritas program pada tahun 2020 yang akan dilakukan oleh Pemprov Kalbar

Sutarmidji Masih Jadikan Peningkatan Infrastruktur Sebagai Prioritas Pembangunan Kalbar Tahun 2020
tribun pontianak
Gubernur Kalbar Sutarmidji meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 1, Selasa (26/3/2019). 

Sutarmidji Masih Jadikan Peningkatan Infrastruktur Sebagai Prioritas Pembangunan Kalbar Tahun 2020

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan Fokus prioritas program pada tahun 2020 yang akan dilakukan oleh Pemprov Kalbar meliputi Percepatan pembangunan Infrastruktur.

Menurutnya percepatan yang memiliki peran strategis sebagai prasyarat untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat agar mampu mencapai 6% hingga 6,15% sampai dengan 2023.

"Infrastruktur sangat berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dijumpai pada wilayah dengan tingkat ketersediaan infrastruktur yang mencukupi," ujarnya.

Baca: Suriansyah Ajak Pendukung Prabowo-Sandi Tunggu Real Count KPU

Baca: VIDEO: Keterangan KPU Sambas Terkait Bimtek Tata Cara Penetapan Calon Terpilih Pemilu 2019

Baca: Miris, Bonus Porprov Atlet Mempawah Tak Kunjung Dibagikan

Memacu akselerasi pembangunan infrastruktur bukanlah tanpa alasan, ahli ekonomi pembangunan, sejak lama telah mengkampanyekan pentingnya pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, sebagai pilar pembangunan ekonomi yang dikenal kemudian dengan nama big-push theory.

Oleh karena itu, salah satu pilihan strategi yang memiliki dampak bagi peningkatan status desa mandiri di Provinsi Kalimantan Barat diantaranya adalah melalui Pemerataan infrastruktur dasar serta Pemerataan aksesibilitas antar wilayah.

Ia menjelaskan salah satu Indikator Kinerja Utama Daerah untuk mengukur ketercapaian visi dan misinya adalah salah satu Indeks Infrastruktur.

Indeks Infrastruktur ditetapkan naik menjadi 63 persen pada tahun 2020 dengan kondisi tahun 2018 adalah 56,61 persen.

"Adapun komponen indeks infrastrukur ini meliputi jalan dalam kondisi mantap, irigasi dalam kondisi mantap, rumah tangga bersanitasi dan memiliki air bersih serta rasio elektrifikasi," ujarnya.

Ia memaparkan peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur ini dapat dirasakan lebih maksimal tentunya apabila Kabupaten/Kota secara sinergi dengan Provinsi juga meningkatkan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.

"Sehingga akan tercapai konektivitas infrastruktur perhubungan, infrastruktur irigasi serta permukiman dari desa sampai ke provinsi," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved