Laka Tewas

Terkait Laka Maut Driver Ojol, Ini Kata Kadishub Pontianak

Kemudian saya juga sudah menghubungi ketua ALFI, Pak Retno, tolong sopir tronton itu benar-benar terlatih bukan lagi cadangan

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi 

Terkait Laka Maut Driver Ojol, Ini Kata Kadishub Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Beberapa ruas jalan di Kota Pontianak terkenal dengan tingginya angka kecelakaan fatal yang berujung maut. Jalan-jalan tersebut adalah Imam Bonjol, Komyos Sudarso, Ya M Sabran, Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa.

Jalur tersebut memang merupakan jalur utama beroperasinya kendaraan besar seperti tronton, kontainer maupun truk-truk bertonase besar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi tak menampik tingginya angka kecelakaan dijalur-jalur itu karena tingginya trafic lalulintas baik kendaraan roda dua maupun kendaraan besar. 

Menanggapi adanya kecelakaan yang melibatkan pengemudi  ojek online dan tronton   tak terlepas dari padatnya  arus lalulintas dan perilaku masyarakat yang berkendara.

Baca: Bilal: FPI Singkawang Tak Terlibat Pada Kegiatan Singkawang Bersholawat

Baca: Pelajar MAN Insan Cendikia Sambas Kunjungi Mapolda Kalbar

"Jalan Komyos Sudarso itu memang lebar sekarang tapi kendaraan juga  padat. Kita minta  masyarakat dalam berkendara jangan sampai menyalip atau mendahului kendaraan besar karena dalam jarak dekat sulit untuk mengerem,"ucap Utin Srilena Candramidi, Selasa (2/4/2019) malam.

Ia mencontohkan,  melihat sendiri  seorang ibu menyalip dan tersenggol bodi mobil sehingga terjatuh di Jalan Komyos Sudarso.

Selain mengimbau para masyarakat untuk berhati-hari dalam berkendara, Dishub Pontianak sudah membuat atuean bahwa kontainer boleh keluar dari pool atau pangkalan jam 8 pagi.  Hal itu dilakukan guna  menghindari kepadatan karena orang mau sekolah, kekantor dan sebagainya.

"Kemudian saya juga sudah menghubungi ketua ALFI, Pak Retno, tolong sopir tronton itu benar-benar  terlatih bukan lagi cadangan. Kita akan melakukan tes urin juga pada supir  bekerjasama dengan BNNP atau BNNK," tegasnya.

Para kontainer juga harus mentaati aturan yang ada, kalau tidak maka pihaknya akan berkoordinasi bahwa mereka tidak boleh masuk kota.

"Kalau pengurus tidak patuh kita akan  beri tindakan tegas. Bahkan saat kami razia beberapa hari lalu ada sopir kontainer menipu. Dia membuat fotokopy sim dan dilaminating .
Itu bukan sim dia dan ini termasuk pidana, kita serahkan pada kepolisian," jelas Utin.

Kemudian ia menjelaskan mulai pukul 14.00 personel sudah stanbay di batas kota dengan Kubu Raya bermaksud  melarang kontainer atau bis masuk dalam kota.

Baca: Sutarmidji Ajak Bupati dan Wali Kota se Kalbar Bersinergi Bangun Kalbar

Baca: Pelajar MAN Insan Cendikia Sambas Kunjungi Mapolda Kalbar

"Bis hanya  boleh masuk Serdam sedangkan kontainer jam 18.00 WIB baru boleh masuk didalam kota. Saat ini kendalanya memang jalan masih terbatas, sehingga kendaraan hanya melewati jalan tersebut," jelasnya.

Pemkot memang sudah ada inner ringroad yang dibuat, kemudian  harus ada jalan auto ringroad sehingga kendaaraan besar tidak bisa lagi masuk kota.

"Semoga jembatan Kapuas 3 yang kita harapkan terealisasi agar kendaraan besar langsung melewati Nipah Kuning ke Batulayang," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved