Kota Pontianak Bulan Maret Mengalami Deflasi 0,19 Persen, Berikut Penyebabnya

Kepala BPS Kalbar, Pitono mengatakan Kota Pontianak Pada bulan Maret mengalami deflasi 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen

Kota Pontianak Bulan Maret Mengalami Deflasi 0,19 Persen, Berikut Penyebabnya
Net
Ilustrasi 

Kota Pontianak Bulan Maret Mengalami Deflasi 0,19 Persen, Berikut Penyebabnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kepala BPS Kalbar, Pitono mengatakan Kota Pontianak Pada bulan Maret mengalami deflasi 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 146,87, Selasa (2/4/2019).

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran, yakni kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Serta, dari kelompok pengeluaran, semuanya inflasi, cuma satu yang mengalami deflasi, yakni transportasi," paparnya.

Lebih jelasnya, kelompok pengeluaran untuk kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 2,36 persen atau terjadi penurunan indeks dari 142,41 pada Februari 2019 menjadi 139,05 pada Maret 2019.

Sedangkan enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks dari yang tertinggi secara berurutan yaitu kelompok kesehatan 1,67 persen; kelompok sandang 0,78 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,32 persen; kelompok bahan makanan 0,13 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen.

Baca: Hotman Paris Foya-foya dengan Millen di Bali, Kepergok Mesra Saat Makan Bersama

Baca: Tukar Sampah Jadi Tabungan Emas Pegadaian

Baca: Waktu Penghitungan Suara Diperpanjang, KPU KKU Sebut Putusan MK Langkah Konkret

Baca: Cuaca Mempawah Siang Ini Diperkirakan Hujan Lokal

"Sehingga inflasi tahun kalender Maret 2019 sebesar 0,89 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 3,67 persen," ujarnya.

BPS Kalbar mencatat, pada Maret 2019, satu subkelompok di kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok transportasi turun 3,69 persen.

Satu subkelompok mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman naik 0,03 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok sarana dan penunjang transportasi; dan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

"Penurunan indeks pada subkelompok transportasi udara itu mungkin karena turunnya harga angkutan udara yang sebelumnya sempat naik secara signifikan,"tambahnya.

Secara keseluruhan, ia memaparkan kelompok ini pada Maret 2019 memberikan sumbangan deflasi 0,4179 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah angkutan udara, bensin, dan tarif taksi.

Sementara itu, BPS Kalbar mencatat tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2019 sebesar 0,89 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 3,67 persen.

Sedangkan tingkat inflasi kalender pada periode yang sama tahun kalender 2017 dan 2018 masing-masing 1,91 persen dan 1,19 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk (Maret 2017 terhadap Maret 2016) dan (Maret 2018 terhadap Maret 2017) masing-masing 5,22 persen dan 3,12 persen.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved