Guru Honor Sampaikan Keluhan ke Wabup Kubu Raya dan Anggota DPR RI Sy Abdullah

Disela kesibukannya yang padat wakil Bupati Kuburaya, Sujiwo, masih sempat menemui konstituennya dari perwakilan Forum Honorer Kuburaya

Guru Honor Sampaikan Keluhan ke Wabup Kubu Raya dan Anggota DPR RI Sy Abdullah
Istimewa
Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kecamatan Kubu di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (18/3). 

Guru Honor Sampaikan Keluhan ke Wabup Kubu Raya dan Anggota DPR RI Sy Abdullah

Citizen Reporter
Pendamping Program Kerja DPR RI Komisi V
Mustofa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Disela kesibukannya yang padat, wakil Bupati Kuburaya, Sujiwo, masih sempat menemui konstituennya dari perwakilan Forum Honorer Kuburaya di jalan parit bugis,yang bertempat di waroeng kampung sabtu siang (30/03/2019).

Hadir pada pertemuan tersebut,politisi kalimantan barat DPR RI Komisi V, Syarif abdullah alkadrie, dan juga perwakilan aliansi forum guru honorer.

Pertemuan berlangsung santai, syarif abdullah yang didampingi oleh wakil bupati kuburaya, Sujiwo sangat mengapresiasi telah terbentuknya forum tersebut.

Baca: BTS Rilis Foto Konsep yang Dreamy untuk Comeback Map Of The Soul: Persona, Cek Juga Trailernya!

Baca: Tokoh Masyarakat dan Bawaslu Ajak Generasi Millenial Suksesor Pemilu

Baca: Pengurus Daerah JPRMI Sekadau Resmi Dilantik

Polemik guru honorer yang bergaji rendah masih jadi salah satu isu terhangat di bidang pendidikan yang ada di Indonesia. DPR RI Komisi, Syarif abdullah menilai masih banyak guru honorer yang bergaji jauh di bawah standar kesejahteraan

Menurut syarif, masih banyak tenaga guru honorer yang hanya mendapatkan kesejahteraan sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per bulan.

"Mereka telah memberikan pengabdian yang begitu besar tapi tidak mendapatkan perhatian yang spesial," ujarnya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo, turut menjelaskan, guru honorer juga memiliki peran penting dalam satu sistem pendidikan, walaupun kebanyakan masih berada di posisi operator.

"Kami akan perjuangkan untuk kesejahteraan mereka dan bergairah untuk mereka bisa semakin mengabdi di dunia pendidikan," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Pimpinan Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan, iskandar meminta agar pemerintah bisa segera menyelesaikan carut marut yang tak kunjung selesai tersebut.

"Kami mengharapkan adanya regulasi untuk gaji honorer karena sampai dengan saat ini belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah daerah seperti persoalan upah yang saat ini masih seadanya," ujarnya

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved