Buka Rapat Kerja Daerah Program KKBPK Kalbar, Ini Pesan Ria Norsan

Keluarga-keluarga di Kalbar harus dibangun kehidupannya, sesuai dengan hakikat pembangunan

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Wagub Kalbar, Ria Norsan saat membuka acara Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kalbar. 

Buka Rapat Kerja Daerah Program KKBPK Kalbar, Ini Pesan Ria Norsan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan hadiri 
Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kalbar diselenggarakan di Grand Mahkota Hotel, Jalan Sidas Tengah, Kota Pontianak, kamis (21/3/2019).

Ria mengatakan dalam berbicara soal Pembangunan Keluarga adalah merupakan hal yang sangat penting

Sebab keluarga yang berkualitas dan berketahanan merupakan cita-cita setiap pasangan yang sudah berikrar secara sakrar dan suci  untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dengan melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebagai penerus di muka bumi ini.

“Keluarga-keluarga di Kalbar harus dibangun kehidupannya, sesuai dengan hakikat pembangunan,” ucap Ria Norsan.

Baca: Akademisi Untan Sebut Gubernur Kalbar Dorong Percepatan Pemerintahan Level Atas

Baca: Murid SD di Kapuas Hulu Jadi Korban Rudapaksa Saat Pulang Sekolah, Pelaku Lontarkan Ancaman

Baca: KONI Umumkan Hasil Tes Atlet Balap Sepeda untuk Pelatda Pra PON

Salah satu upayanya adalah melalui pelaksanaan Progam Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). 

Selama ini telah banyak dilakukan dengan melibatkan berbagai  unsur mulai dari  dinas/instasi, LSOM, swasta dan masyarakat, serta  berbagai komunitas sosial yang ada, agar   dapat menciptakan kualitas keluarga dan masyarakat yang maju dan mandiri, karena dengan keluarga yang berkualitas  maka bangsa dan negara kuat. 

Ria Norsan juga mengatakan pembangunan keluarga adalah cita-cita yang harus diwujudkan atau  sasaran yang ingin dicapai, sebagai modal pembangunan yang menjadi pelaku dan penikmat hasil pembangunan. 

Sebab itu, berbagai usaha dan upaya pemberdayaan keluarga agar bisa berpartisipasi dan produktif dalam proses pembangunan.

Satu di antaranya satu upaya yang sudah, sedang dan akan kita lakukan bersama yakni melaksanakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. 

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dimana keluarga berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Baca: VIDEO: KPU Sekadau Gelar Rapat Konsolidasi

Baca: VIDEO: Diklat Pemberdayaan Masyarakat BP2TD Mempawah, Ini Penjelasan Popik Montanasyah

Sebab itulah keluarga sebagai lembaga otonom dan merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, merupakan tempat berkumpul, berkomunikasi dan berbagi serta tempat persemian nilai-nilai yang positif melalui pelaksanaan delapan fungsi keluarga, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi serta lingkungan, harus terus kita laksanakan bersama mulai dari kelurga sendiri.

Namun demikian, masih banyak tantangan yang harus diatasi diantaranya sebagai upaya mengatur jarak kelahiran agar Ibu dan Anak sehat.

Sata  survey demografida kesehatan indonesia (SDKI-2017) sudah mencapai 66,69% dari pasangan usia subur di Kalbar, akan tetapi peserta KB nya masih kebanyakan  memakai kontrasepsi hormonal (Pill dan Suntikan). Hal ini memerlukan pembinaan yang terus menerus supaya jangan sampai drop out. 

“Kepala BKKBN provinsi Kalimantan Barat bersama para Penyuluh KB yang tersebar di Kabupaten dan Kota, agar jangan lelah dan letih melakukan sosialisasi melalui berbagai momentum sosial yang ada dan hidup di masyarakat kita, mengingat kondisi geografis wilayah kita terutama kepada kelurga-keluarga yang berada di  wilayah terpencil, tertinggal, kepulauan dan perbatasan,” ucapnya

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved