Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Korban KDRT Minta Hakim Putuskan Vonis dengan Adil

Menurutnya dilihat dari kekerasan yang dialami kliennya itu, telah mengganggu psikis dari kliennya tersebut.

Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Korban KDRT Minta Hakim Putuskan Vonis dengan Adil
Ilustrasi
Ilustrasi KDRT 

Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Korban KDRT Minta Hakim Putuskan Vonis dengan Adil

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Korban KDRT berinisial MA (36) meminta Hakim memvonis seadil-adilnya terhadap suaminya MH yang merupakan seorang oknum polisi di Polsek Delta Pawan.

Hal tersebut disampaikan MA, setelah mendengar tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Ketapang beberapa waktu lalu.

"Saya kecewa dengan tuntutan Jaksa cuma 8 bulan, soalnya terdakwa sering melakukan KDRT berulang-ulang. Kalau saya hitung-hitung sudah 12 kali. Bahkan pernah saya sudah buat laporan namun terdakwa menyuruh untuk mencabut dan berjanji tidak menceraikan saya, namun tetap saja diulangi," terang MA, Sabtu (16/3/2019).

Baca: Urus Pindah Milih di KPU Singkawang Berakhir Minggu Sore

Selain itu, selaku Penasehat Hukum korban, Putu Sukreni menganggap tuntutan jaksa tersebut terlalu rendah.

Menurutnya dilihat dari kekerasan yang dialami kliennya itu, telah mengganggu psikis dari kliennya tersebut.

"Jadi seharusnya tuntutannya itu di atas satu tahun, apa lagi dia (terdakwa) ini seorang penegak hukum dimana seharusnya sebagai contoh dalam menegakkan hukum. Apa lagi sampai melakukan suatu tindak pidana terhadap perempuan, itu merupakan contoh yg tidak baik buat masyarakat," sebut Sukreni.

Nantinya pada hari Senin, (18/03) akan kembali digelar sidang lanjutan yang beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan yang akan disampaikan oleh pihak terdakwa.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved