Program Sintang Menyapa, Bupati Jarot Jawab Berbagai Keluhan Warga
Saat program berlangsung, ternyata respon dari masyarakat sangat tinggi.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Program Sintang Menyapa, Bupati Jarot Jawab Berbagai Keluhan Warga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno melakukan launching program Sintang Menyapa yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan LPP RRI Stasiun Sintang di Ruang Kerja Bupati Sintang, Senin (4/3/2019) pagi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Jarot menjadi narasumber pertama program Sintang Menyapa.
Saat program berlangsung, ternyata respon dari masyarakat sangat tinggi. Banyak masyarakat yang ikut menyampaikan keluhan di daerahnya.
Salah satu pendengar RRI Sintang yakni warga SKPC SP 5 Semuntai, Simbai menyampaikan keluhannya soal jalan rusak di daerahnya. Warga Sintang, Bimo mengeluhkan genangan air di kawasan Simpang Lima.
Baca: Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak Usung Konsep Serba Digital
Baca: VIDEO: Mahfud MD Sebut Pilih Presiden Secara Rasional Jangan Emosional
Warga Manis Raya, Budin mengelukan jatuhnya harga karet dan sawit yang sudah lama terjadi. Warga Ketungau Tengah, Bu Inun mengeluhkan jalan rusak sehingga sulit membawa keluarga yang sakit untuk berobat ke Sintang.
Warga Sintang, Wawan mengeluhkan kurangnya penerangan di kawasan Taman Bungur. Warga Sungai Daun Desa Kebiau Baru, Ujang mengelukan belum adanya aliran listrik dari PLN meskipun dekat dengan Kota Sintang.
Bupati Sintang menjelaskan bahwa UPJJ akan melakukan perbaikan jalan dari Semuntai ke Pangkal Baru namun memang belum dikerjakan karena masih musim hujan.
Sementara itu, soal genangan air di Simpang Lima itu menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional. Pemkab Sintang akan bangun drainase di depan pasar kenyalang.
Soal harga karet dan sawit turun ini memang masalah ekonomi global. Dia berharap masyarakat juga bisa menanam komoditas tanaman lainnya yang mempunyai nilai jual tinggi.
"Saya minta masyarakat terus berkreasi untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Mudah-mudahan kebijakan pemerintah yang akan membeli karet petani untuk campuran aspal bisa mendongkrak harga karet," jelasnya.
Kemudian untuk Taman Bungur, menurutnya akan segera ditata melalui dana CSR Bank Kalbar dengan membangun tempat bermain anak-anak, remaja, lansia dan disabilitas.
"Kita juga akan tata Taman Entuyut seperti menambahkan replika Pancasila. Kita juga akan bangun waterfront di pinggiran sungai Kapuas di Sungai Durian," jelasnya.
Lanjutnya bahwa untuk Jalan Sintang menuju Seputau Tiga juga akan diperbaiki dengan dana Pemprov Kalbar dan perusahaan perkebunan sehingga jalan dari Nanga Merakai ke Sintang akan fungsional.
"Listrik di Kebiau Baru sudah kami sampaikan ke pihak PLN yang akan memprioritaskan pembangunan jaringan baru di empat kecamatan dan desa di kecamatan Sintang," tutup Bupati Sintang.