Nursyam Harapkan BUMDes Mampu Tningkatkan Nilai Ekonomis dari Lahan Gambut di Kubu Raya
Jika dari kepala daerah hingga ke pemerintah desa itu nyambung maka diharapkan karhutla ini bisa berkurang
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
Nursyam Harapkan BUMDes Mampu Tningkatkan Nilai Ekonomis dari Lahan Gambut di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengatakan program desa peduli gambut di Kubu Raya telah berjalan sejak 2017 silam. Dimana hingga saat ini diakuinya telah ada 8 desa yang masuk ke dalam desa peduli gambut tersebut.
"Memang program ini sudah ada sejak 2017 dan mulai intensif di 2018 dan 2019 ini. Hingga saat ini ada delapan desa yang menjadi desa peduli gambut, 5 diantarnya di kecamatan Kubu dan 3 desa lainnya di Sungai Raya Dalam," ujar Nursyam, Senin (4/3).
Desa peduli gambut ini menurutnya memang ditujukan untuk mencegah karhutla. Dan diakuinya ada pengurangan jumlah lahan terbakar ketika desa peduli gambut ini diterapkan di Kubu Raya.
Baca: Tersangdung Kasus Penipuan, Oknum Guru Ditangkap Polsek Sungai Raya
Baca: Cara Polri Pastikan Penangkapan Politisi Partai Demokrat Andi Arief Bukanlah Jebakan
"Data awal memang dari kami kemudian mereka melakukan indentifikasi lapangan terutama darah yang sering terjadi karhutla. Kita lihat tahun 2018 jumlah lahan terbakar agak jauh berkurang dari 2017 ke bawah walaupun memang ini juga karena ditambah adanya regulasi, karena Karhutla menag harus melibatkan semua pihak," tuturnya.
Kali ini diakuinya Badan Restorasi Gambut, menggandeng pihak BUMDes untuk desa peduli Gambut. Sehingga menurutnya desa peduli gambut tidak hanya sebatas dalam penanganan karhutla saja tetapi bagaimana meningkatkan potensi ekonomi dari lahan gambut tersebut.
"Kali ini melibatkan BUMDes, tentu pada saat menanam, panen dan tanaman tumbuh tidak boleh ada pembakaran sehingga masyarakat yang harus melindungi karena ada nilai ekonomis. Disinilah peran BUMDes untuk melakukan pemetaan lahan gambut di desa yang memiliki potensi nilai ekonomis," katanya.
Diakuinya pula Bupati saat ini memiliki komitmen dalam penanganan karhutla dan pemanfaatan lahan gambut di Kubu Raya.
"Jika dari kepala daerah hingga ke pemerintah desa itu nyambung maka diharapkan karhutla ini bisa berkurang. Tentunya BUMDes juga bisa memanfaatkan lahan gambut di desa tanpa harus dibakar dan tidak merusak lingkungan dengan tetap dapat memperoleh nilai ekonomis dari lahan gambut tersebut," pungkasnya.(