Samion: Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0 Penting

Kalau saya pribadi tidak perlu dibuat mata pelajaran karakter, tetapi semua guru harus memahami karakter

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Samion saat menjadi pembicara di Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh BEM FKIP UNTAN, di Auditorium Untan, Kamis (21/2/2019). 

Samion: Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0 Penting

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Ketua PGRI Kalbar, Samion menjadi pemateri di seminar Nasional yang diselenggarakan oleh BEM FKIP Universitas Tanjungpura dengan mengangkat tema Peran pendidikan karakter di era revolusi industri 4.0 , di Auditorium Untan, Kamis (21/2/19).

Samion mengatakan seorang guru wajib memahami hakikat tentang pendidikan karakter. Karena bagaimana pun juga guru mesti harus beranjak dari sebuah karakter.

Makanya dulu ada upaya pemerintah untuk membuat satu mata pelajaran pendidikan karakter.

"Kalau saya pribadi tidak perlu dibuat mata pelajaran karakter, tetapi semua guru harus memahami karakter," ujar Samion usai menjadi pembicara diseminar nasional.

Baca: Wabup Effendi Dorong Guru PAUD Ikuti Jejak Suprihatin

Baca: MUI Kalbar Dapat Wakaf 1.000 Eksemplar Al Quran

Menurut ia sendiri setiap guru mempunyai karakter masing-masing. Jika dimunculkan peran pendidikan karakter untuk memasuki era industri 4.0 merupakan hal yang sangat luar biasa.

"Karena kalau tidak punya karakter maka pemanfaatan internet dan media sosial dengan cara jor-joran tidak lagi melihat tata krama, etika dan sebagainya," ujarnya.

"saya berharap dengan adanya seminar paling tidak kita masuk di era apa saja. Kalau dilandasi karakter insya Allah tidak ada yg dikhawatirkan. Kita bisa melakukan dan masuk dalam dunia itu," pungkasnya.

Di dunia pendidikan Indonesia hampir terjebak karena kebijakan pemerintah.

Anak lulus harus dengan nilai sekian tidak melihat apakah anak tersebut memiliki karakter atau tidak. Seharusnya dalam sistem penilaian harus dikuatkan penialaian karakter.

Guna untuk mengetahui prilaku anak, jangan hanya dilihat dari nilai tinggi, tetapi karakter tidak karuan akhirnya lulus begitu saja. 

"Maka harus dipertegas lagi bagaimana sistem penilaian kita dan juga menilai karakter anak itu," ucap Samion.

Ia berharap dunia pendidikan menerapkan pendidikan karakter dan semua guru tanggung jawab, ia yakin dan percaya anak akan lulus dengan kualitas yang bagus.

"Jadi kualitas itu tidak diukur dengan nilai yang tinggi saja," imbuhnya.

Semuanya mempunyai tanggung jawab untuk mendidik anak terutamanya disekolah dan juga oleh orang tua.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved