Kisah Sedih Anak Kandung Digauli Ayahnya Selama Enam Tahun, Terbongkar Setelah Warga Curiga

Ayo Er, kowe sangger nak rak gelem tak antemi. Anakmu tak pateni (Ayo Er, kalau kamu tidak mau, kamu akan aku pukuli dan anakmu akan kubunuh)

Kisah Sedih Anak Kandung Digauli Ayahnya Selama Enam Tahun, Terbongkar Setelah Warga Curiga
(KOMPAS.com/ARI WIDODO)
Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar saat menjelaskan kronologi kasus pencabulan anak oleh ayah kandungnya sendiri dalam gelar perkara kasus pencabulan di Mapolres Demak, Jateng, Senin (11/2/2019) 

Kisah Sedih Anak Kandung Digauli Ayahnya Selama Enam Tahun, Terbongkar Setelah Warga Curiga

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, DEMAK - Kasus inses atau hubungan seksual yang dilakukan pasangan dalam ikatan kekerabatan, diungkap oleh aparat Polres Demak, Jawa Tengah.

Selama enam tahun, Hasan Ngatono (51) memaksa anak kandungnya sendiri Er (22) berhubungan badan.

Kecurigaan warga bermula saat mengetahui korban Er yang telah mempunyai anak itu hamil lima bulan, padahal tidak memiliki suami.

Warga kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya terungkaplah kelakuan bejat ayahnya, yang selalu memaksa anaknya berhubungan badan sejak Januari 2013 hingga Januari 2019.

Perbuatan terlarang tersebut dilakukan saat istri Hasan yang juga ibu kandung Er sedang bekerja.

Baca: Sempat Jadi Rival, Gus Ipul Beri Kejutan untuk Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah

Menurut Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, awalnya tersangka Hasan melakukan pencabulan dengan pemaksaan.

Jika korban tidak mau melayani hasrat sang ayah, Er diancam akan dianiaya dan anaknya akan dibunuh.

“Tersangka minta jatah dilayani oleh korban minimal seminggu sekali. Sejak tahun 2013 hingga tahun 2019. Saat itu korban baru berusia 17 tahun," ungkap Bahtiar, saat gelar perkara pencabulan di Mapolres Demak Jateng, Senin (11/2/2019).

Bahtiar menambahkan, menurut pengakuan tersangka Hasan, dia mengakui melakukan pemaksaan terhadap putri kandungnya sebelum melakukan hubungan intim.

Halaman
12
Tags
Polisi
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved