Masih ada 4 Desa di Kubu Raya Tak Mampu Serap Dana Desa 2018

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Nurmarini mengatakan untuk tahun 2019 Dana Desa

Masih ada 4 Desa di Kubu Raya Tak Mampu Serap Dana Desa 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/try
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Nurmarini 

Masih ada 4 Desa di Kubu Raya Tak Mampu Serap Dana Desa 2018

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Nurmarini mengatakan untuk tahun 2019 Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Nurmarini menjelaskan untuk DD bersumber dari APBN sementara ADD bersumber dari APBD yang menurutnya semakin besar dan perimbangan maka semakin besar pula ADD yang disalurkan. 

"Tahun 2019 ini Dana Desa yang diberikan sebersae 134,4 miliar ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 111,4 miliar. Sementara untuk ADD tahun 2019 ini sebesar 219 miliar dan tahun sebelumnya 193,7 miliar," ujar Nurmarini. 

Ia mengatakan di 2018 masih ada sejumlah desa yang belum mampu menyerap ADD dan DD tersebut. 

Baca: Lanud Supadio Gelar Malam Kenal Pamit Danlanud Supadio

Baca: Program #BTS3 Sasar SDN 45 Tatai, Upaya Kumpulkan Donasi Didukung Berbagai Komunitas

Baca: Penjelasan Dari BPKSDM Sanggau Terkait Seleksi P3K

"Desa yang tidak dapat menyerap ADD dan DD tahap 1, 2 dan 3 diantaranya desa Ambarawa, Muara tiga dan Punggur besar, sementara desa permata hanya tidak dapat menyerap DD di tahap ke tiga. Nominlamya untuk desa Ambarawa itu, DD nya 735 juta, ADD nya 526 juta, Desa muara tiga, DD nya 786 juta dan ADD nya 610 juta, kemudian desa Punggur Besar, DD nya 926 juta, ADD nya 836 juta. Sementara desa Permata DD yang tidak dapat terserap senilai 345 juta," ungkapnya. 

Tentu saja menurut Nurmarini kepada Tribun, ketidakmampuan desa dalam menyerap DD ini akan berdampak di penyaluran di 2019.

Termasuk diakuinya kemungkinan desa tersebut tidak menerima DD di 2019.

"Karena mereka ini tidak dapat menyerap di 2018 maka masih ada uangnya di kas daerah. Ini terhitung sebagai pengurang di 2019, jadi dari 134,4 miliar yang akan di salurkan dari APBD dikurangi 2,7 miliar yang tidak terserap itu. Apakah 2019 bisa mendapat, sementara mereka tidak bisa buat laporan karena tidak menerima di tahun 2018, nanti ini kita konsultasikan lagi ke Dinas SPMD," ungkapnya 

Ia mengatakan Januari laku sebenarnya sudah dapat melakukan ususlan pencarian untuk Dana Desa. Namun masih ada syarat-syarat yang menurutnya masih belum dipenuhi. 

"Sebenarnya Januari kita sudah busa meminta usulan pencairan dari kas negara ke kas umum daerah. Syaratnya Perda APBD sudah siap dan perkada tentang tata cara pembagian dan penentuan rincian dd setiap desa nah ini yang belum. Paling lama Minggu ketiga bulan Juni di ajukan ke pusat untuk pencairan tahap pertama, Minggu ke empat tahap kedua dan Juli tahap ketiga," katanya. 

Ia berharap desa dapat segera menyusun APBDes agar pencairan DD dan ADD di 2019 juga dapat segera dilakukan. 

"Kami berharap desa segera menyusun APBDes berdasarkan pagu yang ditetapkan keptususan Bupati yang di inisiasi dinas spmd, begitu selesai menyusun APBDes bisa segera mencairkan tahap pertama," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved