Dua Bocah Tersengat Listrik
KISAH LENGKAP Kakak Beradik Tersengat Listrik, Abang Meregang Nyawa Setelah Coba Selamatkan Adik
Usai tersengat Apen dan Asen direndam dilumpur parit dekat rumahnya, kemudian dilarikan ke IGD RS Kartika Husada
Penulis: Rihard Nelson Silaban | Editor: Rihard Nelson Silaban
CERITA LENGKAP Kakak Beradik Tersengat Listrik, Abang Meregang Nyawa Setelah Coba Selamatkan Adik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kisah pilu sekaligus heroik terjadi di Gang Keluarga, RT 01 RW 05, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (21/1/2019).
Kakak beradik tersengat listrik bertegangan tinggi.
Nahas, abang yang berusaha menyelematkan adiknya, harus meninggal dunia akibat luka sengatan listrik PLN.
Peristiwa tragis itu menimpa dua bocah bernama Apen dan Asen.
Apen merupakan abang dari Asen.
Kedua bocah tersebut merupakan anak dari pasangan Surianto dan Sabina.
Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Jalan Merdeka Timur, Terdengar Suara Ledakan
Baca: ILC TVOne Hari Ini Selasa 22 Januari: Tema Babak Pertama Debat Capres 2019: Siapa yang Menang?
Baca: Lion Air & Wings Air Mulai Berlakukan Tarif Bagasi Hari Ini, Inilah Perincian Harga 5-30 Kg!
Apen merupakan siswa siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 53 Parit Tengkorak.
Sementara adiknya Asen adalah pelajar kelas 3 SD.
Sore itu, Apen dan Asen bermain bersama.
Apen saat saat itu sedang bermain HP di depan rumah.
Sementara adiknya, Asen melihat abangnya bermain HP.
Tak lama berselang, adiknya melihat layangan putus dan mengejarnya.
Baca: Karolin Anggarkan Rp 8 Miliar Untuk Dukung Pertanian Landak
Saat layangan petaka itu jatuh disamping rumah, Asen berusaha menangkapnya namun tak sadar layangan bertali kawat itu membentang diantara dua kabel PLN.
Asen pun lantas memegang tali layangan.
Tak sadar ia pun tersengat listrik.
Melihat gelagat aneh adiknya, Apen berusaha menyelamatkannya.
Namun Apen terdampak sengatan paling parah.
Ibunya sempat berusaha menolong dan sempat tersengat.
Karena sadar ada aliran listrik ia memukul kawat layangan itu dengan kayu.
Usai tersengat Apen dan Asen direndam dilumpur parit dekat rumahnya, kemudian dilarikan ke IGD RS Kartika Husada.
Baca: Ternyata Mi Ramen Bukan Dari Jepang, Ini Sejarahnya
Ibu Panggil Apen Terus Menerus
Ibu korban Sabinah terlihat sangat terpukul atas kejadian ini.
Ia terus menangis atas kehilangan putra tercintanya, nama sang anakpun terus menerus di panggilnya.
Sementara itu, sanak keluarga nya yang berada di IGD berusaha untuk menyabarkan sang ibu atas kehilangannya.
Herkulanus tetangga korban mengungkapkan bahwa ketika kejadian, sang ibu telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan kedua buah hatinya, bahkan sang ibu sudah tak memperdulikan dirinya sendiri.
Sang ibu bergegas dengan cepat mengambil kayu untuk memukul tali layangan yang terbuat dari kawat yang teraliri listrik akibat tersangkut di kabel listrik.
Baca: Raja Hulu Aik Akan Beri Sanksi Adat Bagi Oknum yang Melakukan Kegiatan Ilegal Logging dan PETI
Baca: Dianggap Ujarkan Kebencian, DPD FKPM Kabupaten Mempawah Laporkan Pemilik Akun Facebook RA ke Polisi
Baca: Foto Mesranya dengan Ariel Noah 10 Tahun Lalu Diungkit, Luna Maya: Sumpah Jahat!
Saat di IGD petugas medis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pertolongan kepada kakak beradik itu.
Petugas medis mengatakan Apen tak terselamatkan, namun beruntung adiknya Asen masih selamat.
Asen yang selamat saat ini terbaring belum sadarkan diri di IGD RS Kartika Husada, dan jenazah abangnya Apen berada di Ruang Tunggu Keluarga Pasien.
Terlihat jelas luka bakar akibat sengatan listrik dibawah telinga kiri Asen, dan tangan kiri Asen sudah terpasang infus Ringer Laktat dengan konsentrasi 20 tetesan per menit.
Asen tampak diselimuti dan terbaring dengan memakai baju berwarna orange.
Baca: Panitia Cap Go Meh Pontianak Komit Tak Berikan Panggung Pada Peserta Pemilu
Surianto Dekap Apen
Sementara jenazah Apen didekap bapaknya di ruang tunggu IGD, tampak gigi dan bibir serta ujung jari menghitam.
Sesekali bapak Apen, Surianto berusaha menekan nekan dada Apen dan mengusapkan minyak kayu putih dengan penuh harapan anaknya bisa hidup lagi.
Namun usaha tersebut sia-sia, Surianto tampak terpukul sekali dan selalu memeluk dan mencium jenazah anaknya.
Surianto saat itu masih berbau lumpur dan tampak bajunya kotor berlumpur karena bekas usahanya menyelamatkan anaknya dengan memasukan dalam lumpur parit dekat rumahnya.
Keluarga sudah banyak menunggu diluar IGD, tak lamak kemudian, jenazah Apen dibawa pulang oleh keluarga dengan ambulance layanan masyarakat Teluk Kapuas dengan nomor polisi KB9674WZ type suzuki APV.
Sesampainya dirumah, jenazah Apen disambut puluhan warga yang sudah menunggu sejak sore hari.
Baca: Pontianak Susun Rencana Pembangunan Daerah 2020-2024
Apen Minta Password Wifi
Saksi mata Simbolon (55) warga tinggal depan rumah korban menerangkan sebelum peristiwa nahas korban meninggal Apen sempat meminta diisikan pasword wifi untuk bermain game online di telpon pintar miliknya.
"Sekitar jam 3an sore, Apen tuh masih sempat minta isikan password wifi untuk maen game," ujarnya sesaat setelah jenazah apen tiba di rumah duka.
Usai berhasil login wifi, Apen memulai bermain game persis didepan teras sambil bersandar di pilar teras depan rumahnya.
Sang adik Asen kala itu, juga berada di samping apen sambil melihat sang abang kandung bermain game.
Jelang beberapa saat, sekira pukul 16.30 WIB Apen melihat layangan putus melambai di samping rumahnya.
Ingin mendapatkan layang putus tersebut, Apen dan Asen dalam waktu yang hampir bersamaan berusaha menggapai benang layangan putus tersebut untuk mendapatkan layangan putus, namun nahas benang layangan yang menggunakan kawat tersebut menjuntai mengenai aliran listrik tegangan tinggi.
"Ibu korban sempat berteriak minta tolong melihat dua anaknya yang telah tersengat listrik, kita tak berani dekat karena lihat benang masih menjuntai di kabel listrik," ujarnya.
Saat sudah aman, beberapa warga berusaha menolong dua bersaudara tersebut dengan membawa keduanya ke dalam lumpur untuk meredakan sengatan listrik.
"Pas dah dilumuri lumpur adiknya tuh Asen sempat mengeluarkan respon dengan mengeluarkan buih, tapi Apen saat berada dilumpur sudah tidak ada respon," ujarnya.
Atas inisiatif seluruh warga dan ibu korban kedua kakak beradik tersebut akhirnya dilarikan kerumah sakit guna mendapatkan pertolongan. Namun malang, nyawa apen tak tertolong.
Baca: Edi Kamtono Sebut Banyak Calo di Dukcapil, Ini Komentar Pesannya
Kapolsek Benarkan
Kapolsek Sungai Raya Kompol Suanto membenarkan atas peristiwa meninggalnya seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar karena tersengat listrik dari kawat layang-layang.
Ia mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada sekira pukul 16.30. WIB, yang mana kejadian ini terjadi di samping rumah korban di Gg. Keluarga RT005 RW001 Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya.
Kapolsek pun mengungkapkan bahwa terdapat dua korban pada peristiwa nahas ini yang mana keduanya merupakan abang dan adik.
Yang pertama yakni ANSELMUS STIVEN (Abang), lahir di Sungai Raya pada 4 Juli 2007, dan yang kedua yakni STEFANUS HENGKI SETIAWAN (Adik) lahir di Sungai Raya, 22
Nahas bagi Anselmus Stiven, pihak rumah sakit tak dapat menyelamatkan nyawanya kendati sudah berusaha dengan maksimal
Sementara sang adik mengalami luka di tangan kanan dan leheer bagian belakang.
Kapolsek menerangkan bahwa kejadian ini bermula sekira jam 16.30 wib 2 orang korban yang sedang berada didalam rumahnya melihat sebuah layangan putus jatuh disamping rumahnya.
Lalu korban atas nama Asen keluar mengambil layangan tersebut yang disusul oleh Apen.
"Saat tangan tersebut di pegang oleh kedua korban ternyata ada aliran listrik karena tali layang terbuat dari kawat dan nyangkut di kabel listrik PLN, kemudian ibu korban hendak menolong namun terpental," ungkapnya.
Lalu ibu korban teriak teriak minta tolong warga sekitar kemudian warga sekitar membantu menolong korban dengan memutuskan tali layangan yang terbuat dari kawat yang nyangkut pada kabel listrik PLN.
"setelah itu kedua korban di tolong di bawa kerumkit menggunakan mobil pick up milik Rudi, namun salah satu korban Apen (Abang) meninggal dunia, sedangkan korban Asen (adik) di rawat di rumkit, dan untuk korban meninggal saat ini di rumah duka, sedangkan korban luka di rawat di rumkit," jelas Kapolsek. (fer/dan/yak)