Ini Alasan Mengapa Rasa Makanan Terasa Berbeda di Pesawat

Herbert Stone yang memiliki gelar Ph.D di bidang nutrisi dan bekerja untuk misi Apollo mengatakan, dinginnya suhu pesawat

Ini Alasan Mengapa Rasa Makanan Terasa Berbeda di Pesawat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Garuda Indonesia menghadirkan menu khas Kota Pontianak yaitu minuman aloevera, asam pedas dan paceri nanas dalam pilihan menu sebagai bagian inflight service 

Ini Alasan Mengapa Rasa Makanan Terasa Berbeda di Pesawat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Salah satu hal yang mungkin tidak disadari saat melakukan perjalanan dengan pesawat adalah perubahan rasa pada aroma dan rasa makanan atau minuman.

Jika membawa serta makanan favorit saat terbang seperti sebatang cokelat spesial, roti lapis atau biskuit, maka rasanya mungkin akan menjadi tidak enak ketika pesawat berada di atas ketinggian 9.000 meter di atas permukaan laut.

Herbert Stone yang memiliki gelar Ph.D di bidang nutrisi dan bekerja untuk misi Apollo mengatakan, dinginnya suhu pesawat bisa menjadi salah satu penyebabnya. Dalam udara dingin, makanan menjadi kurang berasa.

Apa yang memengaruhi indera penciuman juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan pengecap. Di pesawat, kabin bertekanan rendah menurunkan kadar oksigen dalam darah yang mengurangi kemampuan indera penciuman.

Baca: IHSG Menguat, Ini Tiga Saham Rekomendasi Hari Ini

Baca: Prabowo Pertanyakan Soal Impor Pangan, Begini Jawaban Menohok Jokowi

Baca: TERPOPULER - Dari Higuain Ngamuk, Tabung Gas Meledak, Hingga Cap Go Meh 2019

Berkurangnya kemampuan penciuman juga disebabkan oleh kelembaban dalam kabin yang lebih rendah dari Gurun Sahara. Penelitian juga menunjukkan, persepsi rasa juga bisa diredam oleh suara latar yang keras. Ketika naik pesawat, suara itu adalah dengung mesin.

Menurut Wakil Presiden Senior AeroMexico untuk produk dalam pesawat Antonio Fernandez, ketika di udara kemampuan indera perasa akan berkurang hampir 70%. Oleh karena itu, tak heran jika rasa asin makanan yang seakan nendang menjadi hambar ketika di udara.

Namun koki penerbangan yang cerdas tahu jika ada beberapa rasa yang tetap lezat ketika pesawat mengudara. Rasa pedas dan rasa yang kuat cukup stabil di ketinggian seperti kari Thailand atau Korea.

Selain itu, buah segar terutama jeruk juga pas untuk disantap dalam penerbangan. Rasa umami seperti yang ditemukan pada jamur, rumput laut, keju keras, dan daging yang memberikan cita rasa tinggi juga cocok untuk disajikan di pesawat.

Sementara itu, makanan yang bergantung pada cita rasa halus seperti ikan, pasta, atau unggas ketika disajikan dengan cara biasa pada akhirnya akan kehilangan rasa.

Guna mengatasi masalah tersebut, biasanya beberapa koki maskapai hanya akan meningkatkan jumlah gula dan garam untuk menggantikan rasa yang hilang dengan tempat memasak nan kurang ideal.

Artikel ini telah tayang dengan judul https://lifestyle.kontan.co.id/news/mengapa-rasa-makanan-terasa-berbeda-di-dalam-pesawat-ini-alasannya

Yuk Follow Instagram Tribun  Pontianak 

Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved