Pembangunan Jalan Nasional di Entikong, Warga Entikong Datangi Kantor Satker PJN Kalbar

Dianggap belum tuntas pembebasan lahan untuk pembangunan jalan nasional di Entikong.

Pembangunan Jalan Nasional di Entikong, Warga Entikong Datangi Kantor Satker PJN Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Warga Entikong Datangi Kantor Satker PJN Kalbar 

Pembangunan Jalan Nasional di Entikong, Warga Entikong Datangi Kantor Satker PJN Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dianggap belum tuntas pembebasan lahan untuk pembangunan jalan nasional di Entikong.

Warga Entikong Marta Sanding melalui kuasa hukum dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Andel Associates mendatangi kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Dirjen Bina Marga Provinsi Kalbar Kementerian PUPR RI.

Kedatangan tim advokat tersebut ingin mempertanyakan tentang persoalan ganti rugi lahan yang belum tuntas namun proses pengerjaanya telah dilakukan oleh pelaksana proyek.

Kuasa Hukum Marta Sanding, Andel SH menuturkan kedatanganya ke kantor kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Dirjen Bina Marga Provinsi Kalbar Kementerian PUPR RI ingin meminta kejelasan soal pembangunan jalan nasional di atas jalan yang belum selesai proses ganti ruginya.

Baca: Bupati Sukamara Audiensi Bahas Jembatan Perbatasan Kalteng-Kalbar

Baca: KABAR DUKA - Robby Tumewu Meninggal Dunia, Sahabat Ungkap Kesedihan : Dia Telah Pergi

"Kami minta penjelasan berapa ganti ruginya dan kenapa belum ada ganti ruginya, belum ada pembayaran akan tetapi proses pengerjaanya telah dilakukan," ujarnya saat berada di Kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Dirjen Bina Marga Provinsi Kalbar, Senin (14/1/2018)

Ia menuturkan lahan yang digunakan untuk membangun jalan tersebut memiliki alas hak yang jelas.

Punya sertifikat yang jelas, ijin bangunan ruko dan hotel juga ada. Setelah kena pelebaran jalan nasional lahan parkir ruko dan hotel milik dari Marta Sanding sudah tidak ada.

"Inilah hal yang mendorong kami untuk datang ke sini untuk menuntut hak daripada ibu sanding sesuai surat kuasa yang kami terima," ujarnya.

Saat terjadi dialog dengan Kasatker PJN Wilayah III Provinsi Kalbar Tripomo dan sejumlah pejabat di lingkungan Satker PJN Wilayah III dijelaskan bahwa proses pengerjaan jalan yang dimaksudkan belum dilakukan.

Kendati demikian, Andel memastikan bahwa proses pengerjaan pelebaran jalan yang dilakukan di Desa Entikong telah merambah lahan milik klienya yang di atasnya terdapat ruko 11 pintu dan bangunan hotel.

"Saya Sudah Cek semuanya, ada kok foto dan videonya dan sudah dikerjakan. Mungkin yang dilapangan yang memberikan laporan ke pimpinan di satker tidak sesuai fakta dilapangan," pungkasnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved